BUDIDAYA
BERBAGAI JENIS TANAMAN (JAGUNG, KANGKUNG, WORTEL, KACANG TANAH, UBI JALAR DAN BAYAM)
LAPORAN
Oleh:
ELVIN SURYANA
BP. 1101361001
DOSEN PEMBIMBING :
Ir.
HJ. NELSON ELITA, MP
Ir.
ANIDARFI, MP
![]() |
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
POLITEKNIK PERTANIAN UNIVERSITAS NEGERI
PAYAKUMBUH
2012
KATA PENGANTAR
Syukur
penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya jualah maka Laporan dengan judul “BUDIDAYA
TANAMAN” ini dapat diselesaikan.
Laporan ini disusun oleh Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh berdasarkan referensi dari berbagai sumber.
Maksud dari penyusunan Laporan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan akan adanya buku
pegangan bagi masyarakat dalam Pembudidayaan
Tanaman.
Dalam
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu hingga Laporan ini selesai dibuat.
Tanjung Pati, Juli 2012 ES
DAFTAR
ISI
Halaman
KATA PENGANTAR........................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................... ii
DAFTAR TABEL................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR............................................................ iv
I. PENDAHHULUAN............................................................ 1
1.1. Latar
Belakang........................................................ 1
1.2. Tujuan.................................................................... 3
II. TINJAUAN PUSTAKA........................................................ 4
2.1.1. Jagung................................................................ 4
2.1.2. Wortel................................................................. 7
2.1.3. Kacang Tanah...................................................... 9
2.1.4. Bayam................................................................. 10
2.1.5. Kangkung............................................................ 12
2.1.6. Bawang Merah.................................................... 13
2.1.7. Ubi
Jalar............................................................. 16
III. METODE PELAKSANA....................................................... 21
3.1. Alat Dan Bahan.................................................... 21
3.1.1. Alat................................................................... 21
3.1.2. Bahan............................................................... 21
3.2. Pelaksanaan....................................................... 21
3.2.1
Penyiapan Lahan................................................. 22
3.2.2 Penanaman......................................................... 23
3.2.3
Penyulaman........................................................ 23
3.2.4 Penyiangan I....................................................... 23
3.2.5 Peyiangan II....................................................... 23
3.2.6 Panen Dan
Pasca Panen...................................... 23
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN............................................... 26
V. KESIMPULAN DAN SARAN............................................... 29
DAFTAR PUSTAKA........................................................... 30
DAFTAR TABEL
Nomor halaman
1.
Hasil tanaman jagung.......................................................... 26
2.
Hasil tanaman wortel.......................................................... 26
3.
Hasil tanaman kacang tanah................................................. 26
4.
Hasil tanaman bayam......................................................... 27
5.
Hasil tanaman Kangkung..................................................... 27
6.
Hasil tanaman bawang merah............................................... 28
7.
Hasil tanaman ubi jalar........................................................ 28
DAFTAR
GAMBAR
Nomor Halaman
1. Tanaman
Jagung............................................................... 4
2. Tanaman
Wortel................................................................ 7
3. Tanaman
Kacang Tanah...................................................... 9
4. Tanaman Bayam............................................................... 10
5. Tanaman
Kagkung............................................................. 12
6. Tanaman
Bawang Merah..................................................... 13
7. Tanaman Ubi
Jalar............................................................. 16
8. Pembuatan
Batas Plot......................................................... 21
9. Pengolahan
Tanah.............................................................. 21
10. Pasca Panen
Bayam........................................................... 25
11. Hasil Panen
Kangkung......................................................... 25
12. Pembersihan
Hasil Panen Kangkung....................................... 25
I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber
pangan di Amerika Serikat.
Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai
pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan
ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir),
dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung
jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan
tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku
pembuatan furfural.
Jagung yang telah direkayasa genetika
juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.
Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.), juga dikenal sebagai Ipomoea
reptans Poir1. merupakan sejenis tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan di tanam sebagai makanan.
Kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia
dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di
kawasan berair. Masakan yang populer yang menggunakan kangkung adalah kangkung goreng belacan. Kangkung juga merupakan
makanan salah satu spesies hewan Chersina,
atau kura-kura.
Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah
sejenis tanaman budidaya. Bagian yang dimanfaatkan
adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi
(karbohidrat) yang tinggi. Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Asia, selain
dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Terdapat pula
ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena
keindahan daunnya. Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis dan, yang masih
diperdebatkan, Papua. Kalangan yang tidak menyetujui asal
muasal ubi jalar dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar
menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke
Asia.
Wortel
adalah tumbuhan biennial (siklus hidup 12 - 24 bulan) yang menyimpan
karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun
kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1 m, dengan bunga berwarna putih.
Bawang merah (Allium cepa L. Kelompok Aggregatum) adalah sejenis
tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan Asia Tenggara dan dunia. Orang Jawa mengenalnya sebagai brambang. Bagian
yang paling banyak dimanfaatkan adalah umbi,
meskipun beberapa tradisi kuliner juga menggunakan daun serta tangkai bunganya
sebagai bumbu penyedap masakan. Tanaman ini diduga berasal dari daerah Asia
Tengah dan Asia Tenggara.
Kacang tanah, kacang una, suuk, kacang jebrol, kacang bandung, kacang tuban,
kacang kole, kacang banggala (bahasa Yunani: Arachis hypogaea L., bahasa Inggris: peanut, groundnut) merupakan tanaman polong-polongan atau legum
dari famili Fabaceae, kedua terpenting setelah kedelai di
Indonesia. Kacang tanah merupakan sejenis tanaman tropika. Ia tumbuh secara
perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dan mengeluarkan daun-daun
kecil. Tanaman ini adalah satu di antara
dua jenis tanaman budidaya selain kacang bogor, Voandziea subterranea yang
buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah. Jika buah yang masih muda
terkena cahaya, proses pematangan biji
terganggu.
Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya
sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke
seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi
yang penting.
Sistem budidaya merupakan sistem pemanfaatan media
tanam atau lahan dalam proses produksi tanaman.
Terdapat banyak cara orang untuk
membudidayakan tanaman. Secara tradisional, orang
memanfaatkan lahan tanah untuk memperoleh hasil bumi. Hal ini masih
dominan berlaku sampai sekarang. Untuk sistem budidaya semacam ini, istilah sistem pertanaman dapat dianggap
sebagai sinonim. Sejak abad ke-20, berkembang pula sistem budidaya tanpa tanah.
Tercakup di dalam sistem ini adalah hidroponika
beserta variasinya dan kultur jaringan
tanaman. Sistem pertanaman (di tanah)
mencakup banyak varian. Secara luas sistem ini dapat dibedakan menjadi sistem monokultur (pertanaman tunggal) dan polikultur
(pertanaman campuran). Dilihat dari sejarah perkembangan pertanian, perladangan
berpindah mengenal sistem tebas-bakar
(slash-and-burn). Selanjutnya terjadi percabangan perkembangan. Di
beberapa belahan bumi, orang mulai memelihara lahan untuk menggenjot produksi
satu komoditi tanaman tertentu di tempat yang sama karena memiliki nilai
komersial tinggi, melahirkan sistem monokultur. Di belahan bumi lain, biasanya
tempat dengan medan yang lebih berat untuk diolah atau keterbatasn teknologi,
pemeliharaan lahan dijaga dengan mencampur beberapa komoditi sekaligus untuk
agar ketersediaan bahan pangan terjamin. Kondisi ini melahirkan sistem
polikultur.
Dalam sistem pertanaman tunggal
dikenal sistem ladang
dan sawah. Sistem pertanaman campuran mengenal
banyak sekali variasi. Orang mengenal tumpang sari, tumpang
gilir, tumpang
sela, agroforestri, sistem budidaya surjan,
budidaya
lorong, dan sebagainya.
1.2.Tujuan
Tujuan
penyusunan Laporan praktikum
ini adalah (1) melatih mahasiswa dalam penyusunan laporan ataupun
makalah
dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan pedoman
penulisan politeknik
pertanian, (2) untuk dapat mengetahui cara budidaya baerbagai tanaman, (3) mengetahui
benih atau bibit yang bermutu dan berkualitas, (4) Mengembangkan wawasan dan
pengetahuan tentang benih, (5) dan mengetahui kelebihan dan kelemahan tanaman.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
2 .1. Jagung

Gambar
1. Tanaman Jagung
Klasifikasi
dan Morfologi
Tanaman jagung termasuk dalam
keluarga rumput-rumputan dengan spesies Zea
Mays L. Secara umum,klasifikasi dan sistematika tanaman jagung sebagai
berikut.
Kingdom
: Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisi :Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Subdivisi :Angiospermae (berbiji tertutup)
Kelas :Monocotyledone (berkeping satu)
Ordo:Graminae (rumput-rumputan)
Famili :Graminaceae
Genus :Zea
Spesies :Zea Mays L.
Jagung
termasuk tanaman berakar serabut yang terdiri dari tiga tipe akar,yaitu akar
seminal,akar adventif,dan akar udara. Akar seminl tumbuh dari radikula dan embrio. Akar adventif disebut juga akar tunggang.
Akar ini tumbuh dari buku paling bawah, yaitu sekitar 4 cm di bawah permukaan
tanah. Sementara akar udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih buku
terbawah dekat permukaan tanah.
Daun
terdiri dari tiga bagian ,yaitu kelopak daun,lidah daun dan helaian daun.
Kelopak daun umumnya membungkus batang. Bunga jagung tidak memiliki pental dan
sepal sehingga disebut bunga tidak lengkap. Bunga jagung juga termasuk bunga
tidak sempurna karena bunga jantan dan betina berada pada bunga yang berbeda.
Bunga jantan terdapat di ujung batang. Bunga betina terdapat di ketiak daun
ke-6 atau ke-8 dari bunga jantan. Pada jagung umumnya terjadi pernyebukan
silang (cross polinated crop). Penyerbukan terjadi dari serbuk sari tanaman
lain. Sangat jarang terjadi penyerbukan yang serbuk sarinya berasal dari
tanaman sendiri.
v
Pengelompokan jagung
Berdasarkan
bentuk dan kandungan pati dalam biji (endosperma) ,jenis jagung dapat
digolongkan menjadi tujuh tipe sebagai berikut.
1.
Jagung
gigi kuda (Zea mays indentata)
Terdapat lukukan di puncak biji,
bewarna kuning.
2.
Jagung
mutiara (Zea mays indurata)
Berbentuk bulat,bewarna putih, bagian
luar biji keras dan licin karena terdiri dari pati keras.
3.
Jagung
manis ( Zea mays saccharata)
Mengandung lebih banyak gula dari
pati sehingga bila kering , bijinya keriput.
4.
Jagung
berondong (Zea mays everta)
Bagian bijinya terdiri atas pati
keras
5.
Jagung
tepung (Zea mays amy laceace)
Bagian biji terdiri dari pati lunak,
susunan pati lunak pada jagung tepung mudah dicerna sehingga banyak digunakan
sebagai makanan bayi.
6.
Jagung
polong (Zea mays tunicata )
Masing-masing biji dibungkus oleh
kelobot. Sementara seluruh tongkol juga terbungkus oleh kelobot seperti halnya jagung biasa.
7.
Jagung
ketan ( Zea mays ceratina)
Memiliki kandungan amilopektin lebih
besar dari amilosa dalam endospermanya.
v
Syarat tumbuh
Produktifitas jagung sangat
dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya tempat tumbuh atau tanah, air, dan
iklim. Jenis tanah yang dapat ditanami
jagung antara lain Andosol ( berasal dari gunung berapi ) , Lastosol, dan
Grumasol. Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur hara
tanaman. Keasaman tanah bagi pertumbuhan jagung antara 5,6-7,5. Tanaman jagung
juga membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik.
Kemiringan tanah yang optimum untuk tanaman jagung maksimum 8%.
Daerah yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman
jagung yaitu daerah beriklim sedang hingga daerah beriklim subtropis/tropis
basah.
Kebutuhan air pada jagung sangat lah dibutuhkan terutama
pada saat pertumbuhan awal, saat berbunga, dan saat pengisian biji.
Budidaya Tanaman Jagung
v
Persiapan biji
Secara umum, mutu benih jagung yang baik dicirikan
beberapa hal berikut.
1.
Daya
tumbuh besar, lebih dari 90%.
2.
Tidak
tercampur benih/varietas lain.
3.
Tidak
mengandung kotoran.
4.
Tidak
tercemar hama dan penyakit.
5.
Sehat
dan bernas.
6.
Tidak
keriput,tetapi mengkilap.
Sebelum
ditanam ,sebaiknya benih dicampur terlebih dahulu dengan fungisida seperti
Benlate atau Ridomil, terutama bila diduga akan ada serangan jamur.
v Tahap penanaman jagung
Agar
hasil panen maksimal, diperlukan teknik pengolahan lahan sebelum ditanami
jagung, proses penanaman, dan pemeliharaan tanaman yang benar.
·
Pengolahan
tanah
Pengolahan
tanah bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah menjadi gembur sehingga
pertumbuhan akar tanaman maksimal. Tanah yang diolah dalam kondisi lembab,
tetapi tidak terlalu basah. Adapun tahap pengolahan tanah yaitu : pembukaan
tanah, persiapan lahan, pembentukan saluran drainase dan pengapuran.
·
Penanaman
Sebelum penanaman dilakukan , sebaiknya
ditentukan terlebih dahulu pola tanam yang diinginkan dan ditentukan jarak
tanamnya. Setelah itu, baru dilakukan penanaman. Penanaman pada jagung ini
dilakukan secara tugal. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panen.
Jagung berumur panjang dengan waktu panen lebih dari 100 hari setelah panen,
sebaiknya jarak tanamnya dibuat 100 cm x 40 cm ( 2 tanaman / lubang) atau 100
cm x 25 cm ( 1 tanaman per lubang). Jagung berumur sedang (umur panen 80-100),
jarak tanam 75 cm x 25 cm ( 1 tanaman /lubang). Sementara untuk jagung berumur
pendek ( umur panen kurang dari 80 hari), jarak tanam nya 50 cm x 20 cm ( 1
tanaman / lubang).
Lubang
tanam dibuat dengan alat tugal. Kedalaman lubang perlu diperhatikan agar benih
tidak terhambat pertumbuhannya. Kedalaman lubang tanam sekitar 3-5 cm. Setiap
lubang hanya diisi 1 atau 2 butir benih, tergantung jarak tanamnya.
·
Pemeliharaan
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam pemeliharaan tanaman jagung di antaranya penjarangan, penyiangan,
pembumbunan, pemupukandan pengairan.
v
Pengendalian hama dan penyakit
Keberhasilan
dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman jagung akan meningkatkan produsi.
Hama yang sering menyerang tanaman jagung adalah lalat bibit,lundi/uret,ulat
pemotong,dan penggerek tongkol. Beberapa
penyaki yang sering ditemukan menyerang tanaman jagung adalah penyakit
bulai (downy mildew ), penyakit bercak daun (leaf blight ),penyakit karat (rust),penyakit
gosong bengkak(corn smut/boil smut),dan
penyakit busuk tongkol dan busuk biji.
v
Panen dan pascapanen
Hasil
panen jagung tidak
semua berupa jagung tua atau matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen.
Jagung
pipilan dipanen dengan cara tongkol di potong dari batang, lalu di jemur dalam
keadaan utuh. Tahap pasca panen jagung
terdiri dari pemipilan, pengeringan, pengemasan, penyimpanan, dan pemasaran.( Purwono,Rudi
Hartono ).
2.2.
Wortel

Gambar
2. Tanaman Wortel
v Klasifikasi dan Morfologi
Ø
Syarat tumbuh wortel
Secara garis besar faktor yang menjadi
persyratan tumbuh wortel dapat dibagi kedalam 2 bagian yaknio kondisi tanah dan
iklim.
1.
Iklim
Unsur iklim yang berperan penting bagi
pertumbuhan tanaman wortel meliputi curah hujan, temperatur dan keyinggian
tempat, kelembaban, radiasi sinar matahri, serta angin.
2.
Kondisi
tanah
Menurut sifat fisika, tanah yang cocok
untuk digunakan adalah tanah yang bertekstur lempung berpasir, memiliki
struktur yang mantap dengan konsistensi lembab. Struktur tanah yang mantap
mengandung bahan organik yang lebih banyak. Tanah yang berkonsistensi lembab
memiliki daya guna yang lebih baik serta pengolahannya relatif mdah. Sifat
biologi tanah menyangkut keberadaan organisme yang mengandung organisme dalam tanah
beserta aktivitasnya.
v Budidaya
secara umum
v Benih
Tanaman wortel diperbanyak dengan
bijinya. Biji untuk penanaman ini dikenal dengan istilah benih. Benih yang
bermutu tinggi akan mempunyai daya kecambah dan vigor yang tinggi, tahan
terhadap hama dan penyakit, selain itu juga menghasilkan produksi yang banyak.
Benih wortel berwarna coklat, ukuranya kecil , berbulu. Dan saling melekat
antara satu sama lain.
v Pengolahan Tanah
Penggemburan 2 minggu sebelum penanaman
lahan yang akan ditanami wortel harus di olah sebaik mungkin. Pengolahan tanah
bertujuan untuk menciptakan kondisi yang sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman.
Dengan pengolahan tanah maka, struktur tanah dapat diperbaiki dan sirkulasi
udara yang baik dapat diciptakan.
v Penanaman
ü Waktu tanam
Tanaman wortel dapat ditanam sepanjang
tahun.
ü Cara penanaman
Benih wortel langsung dapat ditanam di
bedengan tanpa disemaikan terlebih dahulu, yaitu
dengan cara larikan.
ü Pengairan
Penyiraman harus dilakukan secara rutin
pada musim kemarau, agar wortel tersebut tidak mengalami kekeringan
akibat kekurangan air.
ü Pemupukan
Pupuk yang di berikan pada saat tanam
campuran pupuk urea, TSP dan KCL.
v Penen dan pascapanen
Wortel dapat dipanen sekitar umur 3
bulan atau 90-97 hari setelah tanam dan biasanya daun tua berjumlah 3-5 helai.
Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam
penanganan pascapanen adalah pembersihan, greding (pemisahan ukuran),
dan sortasi ( pemisahan dengan kotoran) serta pengemasan. (Nur Berlian ,Estu
Rahayu ).
2.3.
Kacang Tanah

Gambar
3. Tanaman Kacang Tanah
v Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus: Glycine
Spesies: Glycine max (L.) Merr.
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus: Glycine
Spesies: Glycine max (L.) Merr.
v Budidaya tanaman
v
Pengolahan
tanah
Pengolahan tanah bertujuan untuk
meratakan tanah dan menggemburkan tanah.
v
Penanaman
Sebelum penanaman di lakukan
terlebih dahulu media tanam di berikan pupuk dasar yaitu berupa pupuk kandang.
Penanaman kedelai ini di lakukan dengan cara tugal yaitu dengan jarak tanam (jarak
tanam 40 x 20 cm).
v
Pemupukan
Pupuk yang diberikan yaitu Urea,
TSP, KCL diberikan seluruhnya pada saat tanam dengan cara larikan dikiri kanan
benih.
v
Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membunuh
gulma yang ada disikitar tanaman agar tidak menjadi saingan pleh tanaman
budidaya dalam memperebutkan kan unsur hara dan cahaya matahari.
v Panen dan Pasca panen
Panen kedelai dapat dilakukan dengan
criteria sebagai berikut :
Ø Daun telah beribah warna menjadi
menguning dan kering dan sudah ada yang gugur.
Ø Polong sudah berubah warna menjadi
kecoklatan dan,
Ø Dan sudah berumur 3 bulan.
Panen dilakukan dengan caramemotong
pangkal batangdengan cara disabit. Kemudian polong dijemur dibawah sinar
matahari yang dialasi dengan lantai jemur, sebagian biji akan pecah dan biji
akan terlempar ke luar polong. Jika polong sudah kering, brangkasan dipukul –
pukul dengan kayu atau diijak – injak dengan kaki sehingga biji akan terlepas
dari polong. Sortasi biji yang rusak,
pecah, keriput, atau yang terserang hama penyakit.
2.4.
Bayam

Gambar
4. Tanaman
Bayam
Klasifikasi dan Morfologi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Hamamelidae
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)
Genus: Amaranthus
Spesies: Amaranthus hybridus L.
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Hamamelidae
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)
Genus: Amaranthus
Spesies: Amaranthus hybridus L.
2.4.2. Budidaya tanaman secara umum
v
Pengolahan
tanah
Pengolahan tanah bertujuan untuk
meratakan tanah dan menggemburkan tanah.
v Pemberian pupuk dasar
Pemberian pupuk dasar dilakukan dengan
memberikan pupuk kandang.
v Penanaman
Biji bayam dicampur dengan abu dapur
atau pasir yang kering, bertujuan untuk agar benih tersebar secara merata di
atas bedengan yaitu penanaman secara sebar, kemudian tutup dengan selapis tanah
halus dan disiram hingga cukup basah agar cepat berkecmbah
v Pemeliharaan
ü Penyiraman
Penyiraman
dilakukan setiap hari yaitu pada pagi dan sore hari agar benih tetap lembab.
ü Penyiangan
Penyiangan
dilakukan apabila gulma – gulma sudah banyak tumbuh di bedengan.
ü Pemupukan
Pupuk yang
diberikan yaitu pupuk Urea, TSP, KCL. Pupuk urea diberikan setengah dosis pada
saat tanam dan setengah dosis lagi diberikan setelah benih bermur dua minggu
setelah tanam.
v Panen
Panen bayam dapat dilakukan dengan
criteria sebagai berikut :
ü
Umur tanaman
bayam 25 – 30 hari setelah sebar.
ü
Tinggi
tanaman telah mencapai 15 – 20 cm.
ü
Tanaman belum
berbunga
Waktu panen yang baik adalah pagi dan
sore hari pada saat suhu udara tidak terlalu tinggi. Panen berikutnya dilakukan
3 - 5 hari sekali sampai umur 35 hari, lewat dari waktu ini kualitas tanaman
menurun karena daun menjadi kasar
(berserat) dan tanaman berbunga. Cara panen yaitu dengan mencabut
tanaman dan memilih tanaman yang optimal tumbuhnya.
v Pasca panen
Lakukan penangan pasca panen dengan cara
mencuci tanaman dengan air bersih, berikut langsung ditiriskan dan disahkan
(disortasi) tanaman yang layu, busuk, dan terserang hama penyakit.
2.5.
Kangkung

Gambar
5. Tanaman Kangkung
Klasifikasi dan Morfologi
Kedudukan
tanaman kangkung dalam tatanama (sistematika) tumbuhan diklasifikasikan le
dalam:
Divisi
:Spermatophyta
Sub-divisio:
Angiospermae
Kelas
:dicotyledoneae
Famili
:Convolvulaceae
Genus
:Ipomoea
Spesies :Ipomea
aquatica forsk (kangkung air) , I. reptans Poir (kangkung darat).
Tanaman kangkung memiliki sistem
perakaran tunggang dan cabang-cabang akarnya menyebar ke semua arah, dapat
menembus tanah sampai kedalaman 60-100 cm, dan melebar secara mendatar pada
radius 100-150 cm atau lebih, terutama pada jenis kangkung air.
Budidaya tanaman kangkung
Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi
dengan baik di daratan rendah sampai daratan tinggi (pegunungan) lebih kurang
2.000 m dpl, dan diutamakan lokasi lahannya terbuka atau mendapat sinar
matahari yang cukup. Kangkung air membutuhkan tanah yang banyak mengandung air
dan lumpur, sedangkan kangkung darat menghendaki tanah yang subur, gembur,
banyak mengandung bahan organik, dan tidak mudah menggenang (becek).
Cara
penanaman kangkung dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu: sistem
sebar,sistem berisan, sistem huntukala (triangular),dan sistem persegi panjang
atau bujur sangkar.
v Pemeliharaan tanaman
kangkung
Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman
kangkung meliputi : penyulaman,penyiangan, pemupukan susulan, perlindungan
(proteksi) tanaman.
v Panen dan pascapanen
kangkung
Panen pertama kangkung dapat dilakukan
pada umur 30-40 hari setelah tanam, bertujuan untuk mendapatkan hasil bahan
sayuran daun, juga berfungsi untuk merangsang pertumbuhan vegetatif
(pucuk-pucuk) berikutnya yang lebih banyak. Waktu panen yang paling baik adalah
pagi
atau sore hari agar tidak mengalami kelayuan yang dratis akibat pengaruh suhu
udara yang panas ataupun teriknya sinar matahari.
Produksi kangkung umumnya dipasarkan
dalam bentuk sayuran segar. Penanganan produksi kangkung selepas panen meliputi
: pengumpulan, pencucian, sortasi dan seleksi, pengikatan dan pengemasan, dan
penyimpanan. (Rahmat Rukmana).
2.6. Bawang Merah

Gambar
6. Tanaman Bawang
v Klasifikasi dan Morfologi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili: Liliaceae (suku bawang-bawangan)
Genus: Allium
Spesies: Allium cepa var. aggregatum L.
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Liliales
Famili: Liliaceae (suku bawang-bawangan)
Genus: Allium
Spesies: Allium cepa var. aggregatum L.
v Budidaya tanaman bawang merah
Ø Syarat tumbuh bawang merah
bawang merah dapat tumbuh pada
tanah sawah atau tegalan, berstruktur remah, dan bertekstur sedang sampai liat.
jenis tanah alluvial, glei humus atau latosol, ph 5.6 - 6.5. tanaman bawang
merah memerlukan udara hangat untuk pertumbuhannya (25 s/d 320c), curah hujan
300 sampai 2500 mm pertahun, ketinggian 0-400 mdpl, dan kelembaban 50-70 %.
Ø Pengolahan tanah
pengolahan tanah dilakukan dengan
tujuan untuk menciptakan lapisan tanah yang gembur, memperbaiki drainase dan
aerasi tanah, meratakan permukaan tanah, dan mengendalikan gulma. tanah dibajak
atau dicangkul dengan kedalaman 20 cm, kemudian dibuat bedengan selebar 120 -
175 cm, tinggi 25 - 30 cm, serta panjang sesuai disesuaikan dengan kondisi
lahan. saluran drainase dibuat dengan lebar 40 - 50 cm dan kedalaman 50 - 60
cm. apabila ph tanah kurang dari 5,6 diberi dolomit dosis + 1,5 ton/ha
disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu.
untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan glio 100 gr (1 bungkus glio)
dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata
di atas bedengan.
Ø Penyediaan bibit
pada umumnya perbanyakan bawang
merah dilakukan dengan menggunakan umbi sebagai bibit. kualitas umbi bibit
merupakan salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya hasil produksi
bawang merah. umbi yang baik untuk bibit harus berasal dari tanaman yang cukup
tua yaitu berumur 70 - 80 hari setelah tanam, dengan ukuran sedang (beratnya 5
- 10 gram, diameter 1,5 - 1,8 cm). umbi bibit tersebut harus terlihat segar dan
sehat, tidak keriput, dan warnanya cerah. umbi bibit telah siap tanam apabila
telah disimpan 2 - 4 bulan sejak dipanen dan tunasnya sudah sampai ke ujung
umbi.
Ø Penanaman dan pemberian pupuk
dasar
Setelah tanah selesai diolah
selanjutnya dilakukan kegiatan pemupukan. pupuk dasar yang digunakan adalah
pupuk organik yang sudah matang seperti pupuk kandang sapi dengan dosis 10-20
ton/ha atau pupuk kandang ayam dengan dosis 5-6 ton/ha, atau kompos dengan
dosis 4-5 ton/ha. selain itu pupuk p (sp-36) dengan dosis 200-250 kg/ha
diberikan 2-3 hari sebelum penanaman.
uUmbi bibit ditanam dengan jarak 10 cm x 20 cm atau 15 cm x 15 cm. lobang
tanaman dibuat setinggi umbi dengan menggunakan alat penugal. umbi bawang merah
dimasukkan ke dalam lobang tanaman dengan gerakan seperti memutar sekrup,
hingga ujung umbi tampak rata dengan permukaan tanah. setelah tanam dilakukan
penyiraman dengan menggunakan embrat yang halus.
Ø Pemupukan susulan
Pemupukan susulan dilakukan pada
umur 10-15 hari dan umur 30-35 hari setelah tanam. jenis dan dosis pupuk yang
diberikan adalah : urea 75-100 kg/ha, za 150-250 kg/ha, kcl 75-100 kg/ha. pupuk
diaduk rata dan diberikan di sepanjang garitan tanaman.
Ø Pengairan
Tanaman bawang membutuhkan air
yang cukup dalam pertumbuhannya. Penyiraman pada musim kemarau dilakukan 1 kali
dalam sehari pada pagi hari atau sore, sejak tanam sampai menjelang panen.
Ø Menyiangan dan pembumbunan
Menyiang dilakukan sesuai dengan
kondisi gulma, minimal dilakukan dua kali/musim, yaitu menjelang dilakukannya
pemupukan susulan. Kegiatan membumbun dilakukan saat tanaman umur 30 dan 45
hari setelah tanam atau disesuaikan dengan kondisi umbi sampai muncul ke
permukaan tanah.
Ø Pengendalian hama dan penyakit
Hama dan penyakit yang sering
menyerang tanaman bawang merah adalah ulat tanah, ulat daun, ulat grayak, kutu
daun, nematoda akar, bercak ungu alternaria, embun tepung, busuk leher batang,
otomatis/ antraknose, busuk umbi, layu fusarium dan busuk basah.
a. hama ulat bawang (spodoptera
spp).
serangan hama ini ditandai dengan
bercak putih transparan pada daun. pengendaliannya adalah : - telur dan ulat
dikumpulkan lalu dimusnahkan - pasang perangkap ngengat (feromonoid seks) ulat bawang
40 buah/ha - jika intensitas kerusakan daun lebih besar atau sama dengan 5 %
per rumpun atau telah ditemukan 1 paket telur/10 tanaman, dilakukan
penyemprotan dengan insektisida efektif, misalnya hostathion 40 ec, cascade 50
ec, atabron 50 ec atau florbac.
b. hama trip (thrips sp.)
gejala serangan hama thrip
ditandai dengan adanya bercak putih beralur pada daun. penanganannya dengan
penyemprotan insektisida efektif, misalnya mesurol 50 wp atau pegasus 500 ec.
c. penyakit layu fusarium
ditandai dengan daun menguning, daun terpelintir dan pangkal batang membusuk.
jika ditemukan gejala demikian, tanaman dicabut dan dimusnahkan.
d. penyakit otomatis atau
antraknose
gejalanya : bercak putih pada
daun, selanjutnya terbentuk lekukan pada bercak tersebut yang menyebabkan daun
patah atau terkulai. untuk mengatasinya, semprot dengan fungisida daconil 70 wp
atau antracol 70 wp.
e. penyakit trotol (bercak ungu
alternaria) ditandai dengan bercak putih pada daun dengan titik pusat berwarna
ungu. gunakan fungisida efektif, antara lain antracol 70 wp, daconil 70 wp, dll
untuk membasminya.
Ø Panen dan
pasca panen
Bawang merah dipanen apabila
umurnya sudah cukup tua, biasanya pada umur 60-70 hari setelah tanam. tanaman
bawang merah dipanen setelah terlihat tanda-tanda 60-70% daun telah rebah atau
leher batang lunak, sedangkan untuk bibit kerebahan daun lebih dari 90%. panen
dilakukan waktu udara cerah. pada waktu panen, bawang merah diikat dalam
ikatan-ikatan kecil (1-1.5 kg/ikat), kemudian dijemur selama 5-7 hari). setelah
kering (penjemuran 5-7 hari), 3-4 ikatan bawang merah diikat menjadi satu,
kemudian bawang dijemur dengan posisi penjemuran bagian umbi di atas selama 3-4
hari. pada penjemuran tahap kedua dilakukan pembersihan umbi bawang dari tanah
dan kotoran. bila sudah cukup kering (kadar air kurang lebih 85 %), umbi bawang
merah siap dipasarkan atau disimpan di gudang.
2.7. Ubi Jalar

Gambar
7. Tanaman Ubi Jalar
v Klasifikasi
Dan Morfologi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Convolvulaceae (suku kangkung-kangkungan)
Genus: Ipomoea
Spesies: Ipomoea batatas Poir
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Convolvulaceae (suku kangkung-kangkungan)
Genus: Ipomoea
Spesies: Ipomoea batatas Poir
v Budidaya Tanaman Ubi jalar
ü
Pengolahan Media Tanam
Persiapan
Pada
saat melakukan persiapan lahan untuk ubi jalar, sebaiknya dilakukan pada saat
tanah tidak terlalu basah atau tidak terlalu kering agar strukturnya tidak
rusak, lengket, atau keras. Penyiapan lahan dapat dilakukan dengan cara,
mula-mula tanah diolah terlebih dahulu hingga gembur, kemudian dibiarkan selama
kurang lebih 1 minggu. Dan tahap berikutnya yaitu tanah dibentuk
guludan-guludan. Selanjutnya tanah diolah bersama dengan pembuatan
guludan-guludan.
Pembentukan Bedengan
Jika
media yang akan digunakan adalah tanah sawah maka berikut adalah
langkah-langkah yang harus dilakukan
- Babat jerami sebatas permukaan tanah.
- Tumpuk jerami secara teratur menjadi tumpukan kecil memanjang berjarak 1 meter antar tumpukan.
- Olah tanah di luar bidang tumpukan jerami dengan cangkul atau bajak, kemudian tanahnya ditimbunkan pada tumpukan jerami sambil membentuk guludan-guludan berukuran lebar bawah ± 60 cm, tinggi 35 cm, dan jarak antar guludan 70-100 cm. Panjang disesuaikan dengan keadaan lahan.
- Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air antar guludan. Pembuatan guludan di atas tumpukan jerami atau sisa-sisa tanaman dapat menambah bahan organik tanah yang berpengaruh baik terhadap struktur dan kesuburan tanah sehingga ubi dapat berkembang dengan baik dan permukaan kulit ubi rata
Kemudian
jika yang digunakan adalah tanah tegalan maka berikut tata cara persiapannya:
- Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar (gulma).
- Olahan tanah dengan cangkul atau bajak hingga gembur sambil membenamkan rumput-rumput liar.
- Biarkan tanah kering selama minimal 1 minggu.
- Buat guludan-guludan dengan ukuran lebar bawah 60 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar guludan 70-100 cm, dan panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan.
- Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air diantara guludan
ü Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanam
Sistem
tanam Ubi dapat dilakukan dengan 2 cara berbeda, yaitu secara tunggal
(monokultur) dan secara tumpang sari dengan kacang tanah
Sistem Monokultur
- Buat larikan-larikan dangkal arah memanjang di sepanjang puncak guludan dengan cangkul sedalam 10 cm, atau buat lubang dengan tugal, jarak antar lubang 25-30 cm.
- Buat larikan atau lubang tugal sejauh 7-10 cm di kiri dan kanan lubang tanam untuk tempat pupuk.
- Tanamkan bibit ubi jalar ke dalam lubang atau larikan hingga pangkal batang (stek) terbenam tanah 1/2-2/3 bagian, kemudian padatkan tanah dekat pangkal stek (bibit).
- Masukkan pupuk dasar berupa urea 1/3 bagian ditambah TSP seluruh bagian ditambah KCl 1/3 bagian dari dosis anjuran ke dalam lubang atau larikan, kemudian ditutup dengan tanah tipis-tipis. Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 45-90 kg N/ha (100-200 kg Urea/ha) ditambah 25 kg P2O5/ha (50 kg TSP/ha) ditambah 50 kg K2O/ha (100 kg KCl/ha). Pada saat tanam diberikan pupuk urea 34-67 kg ditambah TSP 50 kg ditambah KCl 34 kg per hektar. Tanaman ubi jalar amat tanggap terhadap pemberian pupuk N (urea) dan K (KCl).
Sistem
Tumpang Sari dengan Kacang Tanah
Tujuan
sistem tumpang sari antara lain untuk meningkatkan produksi dan pendapatan per
satuan luas lahan. Jenis tanaman yang serasi ditumpangsarikan dengan ubi jalar
adalah kacang tanah. Tata cara penanaman sistem tumpang sari prinsipnya sama
dengan sistem monokultur, hanya di antara barisan tanaman ubi jalar atau di
sisi guludan ditanami kacang tanah. Jarak tanam ubi jalar 100 cm x 25-30 cm,
dan jarak tanam kacang tanah 30 x 10 cm.
ü Cara
Penanaman
Pada
proses penanaman, bibit yang telah disiapkan dibenamkan kira-kira 2/3 bagian
kemudian ditimbun dengan tanah dan disirami air. Bibit ubi sebaiknya ditanam
mendatar dan semua pucuk diarahkan ke satu tujuan. Dalam satu alur ditanam satu
batang, dan bagian batang yang ada daunnya tersembul diatas bedengan. Pada
tiap-tiap bedengan ditanam 2 deretan dengan jarak kira-kira 30 cm, sehingga
untuk areal seluas 1 ha dibutuhkan bibit stek kurang lebih 36.000 batang.
ü Pemeliharaan Tanaman
Penjarangan dan Penyulaman
Setelah
dilakukan penanaman bibit, selama 3 minggu ubi jalar harus diamati
pertumbuhannya secara kontinu, terutama untuk bibit yang mati atau tumbuh
secara abnormal. Jika terjadi bibit mati maka harus segera dilakukan
penyulaman. Caranya yaitu dengan mencabut bibit yang mati kemudian diganti
dengan bibit yang baru dengan menanam sepertiga bagian pangkal stek ditimbun
tanah.
Penylaman
baiknya dilakukanpada pagi hari atau sore hari, pada saat sinar matahari tidak
terlalu panas. Bibit stek untuk penyulaman sebelumnya dipersiapkan atau ditanam
di tempat yang teduh.
Penyiangan
Pada
sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan penanaman ubi jalar biasanya mudah
ditumbuhi rumput liar (gulma). Gulma merupakan pesaing ubi jalar, terutama
dalam pemenuhan kebutuhan air, unsure hara, dan sinar matahari. Oleh karena itu
gulma harus segera disiangi. Penyiangan dilakukan bersama dengan kegiatan
pembubuan yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbun pada guludan
tersebut.
Pembubuan
Penyiangan
dan pembubunan tanah biasanya dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam,
kemudian diulang saat tanaman berumur 2 bulan. Tata cara penyiangan dan
pembumbunan meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
- Bersihkan rumput liar (gulma) dengan kored atau cangkul secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman ubi jalar.
- Gemburkan tanah sekitar guludan dengan cara memotong lereng guludan, kemudian tanahnya diturunkan ke dalam saluran antar guludan.
- Timbunkan kembali tanah ke guludan semula, kemudian lakukan pengairan hingga tanah cukup basah.
Pemupukan
Zat
hara yang terbawa atau terangkut pada saat panen ubi jalar cukup tinggi, yaitu
terdiri dari ± 156 kg urea, ±42 kg TSP, dan 220 kg KCl per hektar pada tingkat
hasil 15 ton ubi basah. Pemupukan bertujuan menggantikan unsur hara yang
terangkut saat panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara bagi
tanaman. Dosis pupuk yang tepat harus
berdasarkan hasil analisis tanah atau tanaman di daerah setempat. Dosis pupuk
yang dianjurkan secara umum adalah 100-200 kg urea/ha ditambah ±50 kg TSP/ha
ditambah ±100 kg KCl/ha. Pemupukan dapat dilakukan dengan sistem larikan
(alur) dan sistem tugal. Pemupukan dengan sistem larikan mula-mula buat larikan
(alur) kecil di sepanjang guludan sejauh 7-10 cm dari batang tanaman, sedalam
5-7 cm, kemudian sebarkan pupuk secara merata ke dalam larikan sambil ditimbun
dengan tanah.
Pengairan
dan Penyiraman
Meskipun
tanaman ubi jalar tahan terhadap kekeringan, fase awal pertumbuhan memerlukan
ketersediaan air tanah yang memadai. Seusai tanam, tanah atau guludan tempat
pertanaman ubi jalar harus diairi, selama 15-30 menit hingga tanah cukup basah,
kemudian airnya dialirkan keseluruh pembuangan. Pengairan berikutnya masih
diperlukan secara kontinu hingga tanaman ubi jalar berumur 1-2 bulan. Pada
periode pembentukan dan perkembangan ubi, yaitu umur 2-3 minggu sebelum panen,
pengairan dikurangi atau dihentikan. Waktu
pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. Di daerah yang
sumber airnya memadai, pengairan dapat dilakukan kontinu seminggu sekali. Hal
Yang penting diperhatikan dalam kegiatan pengairan adalah menghindari agar
tanah tidak terlalu becek (air menggenang).
ü Panen
Ciri dan Umur Panen
Tanaman
ubi jalar dapat dipanen bila ubi-ubinya sudah tua (matang fisiologis). Ciri
fisik ubi jalar matang, antara lain: bila kandungan tepungnya sudah maksimum,
ditandai dengan kadar serat yang rendah dan bila direbus (dikukus) rasanya enak
serta tidak berair. Penentuan waktu
panen ubi jalar didasarkan atas umur tanaman. Jenis atau varietas ubi jalar berumur
pendek (genjah) dipanen pada umur 3-3,5 bulan, sedangkan varietas berumur
panjang (dalam) sewaktu berumur 4,5-5 bulan. Panen ubi jalar yang ideal
dimulai pada umur 3 bulan, dengan penundaan paling lambat sampai umur 4 bulan.
Panen pada umur lebih dari 4 bulan, selain resiko serangan hama boleng cukup
tinggi, juga tidak akan memberikan kenaikan hasil ubi.
Cara Panen
Pada
proses panen ubi jalar, ada beberapa langkah-langkah yang dilakukan,
diantaranya:
- Tentukan pertanaman ubi jalar yang telah siap dipanen.
- Potong (pangkas) batang ubi jalar dengan menggunakan parang atau sabit, kemudian batang-batangnya disingkirkan ke luar petakan sambil dikumpulkan.
- Galilah guludan dengan cangkul hingga terkuak ubi-ubinya.
- Ambil dan kumpulkan ubi jalar di suatu tempat pengumpulan hasil.
- Bersihkan ubi dari tanah atau kotoran dan akar yang masih menempel.
- Lakukan seleksi dan sortasi ubi berdasarkan ukuran besar dan kecil ubi secara terpisah dan warna kulit ubi yang seragam. Pisahkan ubi utuh dari ubi yang rusak ataupun terserang oleh hama atau penyakit.
- Masukkan ke dalam wadah atau karung goni, lalu angkut ke tempat penampungan (pengumpulan) hasil.
III.
METODE PELAKSANA
3.1. Alat dan bahan
3.1.1. Alat
Ø
Cangkul
Ø
Meteran
Ø
Kored
Ø
Garu
Ø
Parang
Ø
Tali raffia
Ø
Keranjang
Ø
Tugal
Ø
Rotary Weeder
Ø
Timbangan
Ø
Kantong Plastik
Ø
Bakul
Ø
Karung Plastik
Ø
Pisau
3.1.2. Bahan
Ø
Lahan Kering Olah Pertama
Ø
Pupuk
Kandang
Ø
Bambu
Ø
Benih ( Kacang, jagung, bawang, kangkung,
wortel, bayam dan ubi jalar )
Ø
Curater
Ø
Pupuk Urea, SP36 dan KCl
Ø
Tanaman yang
siap panen
3.2. Pelaksanaan
3.2.1. Penyiapan
Lahan
Ø
Buat
siku-siku sudut lahan dengan panjang masing-masing siku 3m dan 4m

Gambar 8. membuat batas petakan Gambar 9. pengelolaan lahan kering
Ø
Tarik garis
lurus dengan tali hingga terbentuk segitiga yang satu sisi lagi dengan panjang
5m
Ø
Buat
siku-siku untuk keempat sudut lahan dan tarik keempat sudut siku-siku dengan
tali
Ø
Lakukan
pembersihan dari gulma dan sisa tanaman yang ada
Ø
Lakukan
pengolahan tanah pada lahan dengan cangkul atau bajak hingga gembur
Ø
Buat plot
dengan ukuran 2 x 1m sebanyak 7 petakkan masing-masing grup
Ø
Buat saluran
drainase anatara plot yang berfungsi sebagai saluran pemasukan dan pembuangan
air
Ø
Berikan
pupuk dengan dosis 15 ton/ha atau 3 kg/plot
Ø
Ratakan
permukaan tanah
3.2.2. Penanaman secara tugal, sebar
dn larikan
v
Penanaman Jagung
ü
Buat lobang tanaman dengan jarak tanam yang
digunakan adalah 80 x 40 cm
ü
Tanam benih jagung sebanyak 2 bijji/lobang
tanam ( penaaman secara tugal )
ü
Berikan pupuk dengan dosis Urea 60 g/plot,
SP-36 33,4 g/plot dan KCl 10 g/plot
ü
Pupuk diberikan saat tanam Urea 1/3 dosis,
SP-36 dan KCl seluruhnya
ü
Pupuk diberikan secara larikan dikiri kanan
benih
v
Penanaman Wortel
ü
Biji wortel sebanyak 0,7 g/plot direndam dalam
air dingin selama 12 -24 jam atau air hangat suam-suam kuku ( Suhu 55 – 600
C ) selama 15 menit kemudian dicampur dengan pasir ( 1:1 ) agar sewaktu
penyebaran benih merata
ü
Buat guritan ( alur – alur ) dengan jarak 20
cm untuk tempat menanam benih wortel
ü
Taburkan benih secara merata dalam alur – alur
yang tersedia ( penanaman secara larikan, tutup benih wortel dengan tanah tipis
setebal 0,5 – 1 cm )
ü
Buat alur pupuk sejauh 5 cm dari benih ditanam
untuk meletakan pupuk dasar, pupuk yang digunakan adalan TSP 400kg/ha dan KCl
150 Kg/ha
v
Penanaman Kacang Tanah
ü
Buat alur tanaman denan jarak tanam 40 cm
sepanjang bedengan
ü
Anam benih kacang tanah sepanjang alur tanam
dengan jarak tanam 20 cm ( jarak 40 cm x 20 cm ). Sebaayak 1 biji / lobang (
penanaman secara larikan ).
ü
Berikan pupuk Urea 10 g/plot, SP-36 33,4
g/plot dan KCl 20 g/plot.
ü
Pupuk diberikan saat tanam seluruhnya dengan
cara larikan dirikiri dan kanan benih.
ü
Tutup benih dan pupuk yang diberikan degan
selapis tanah.
3.2.3. Penyulaman
ü
Cabut bibit yang mati atau kurang bagus tumbuhnya
ü
Tanam biji atau benih kembali dengan biji yang
sama dengan tanaman terdahulu pada lobang tanam bibit yang mati atau tidak
bagus tumbuhnya
ü
Berikan perlakuan yang sama dengan biji atau
benih terdahulu
3.2.4. Penyiangan I
ü
Lakukan
penyiangan dengan tangan pada tanaman yang ditnam dengan cara disebar
ü
Lakukan penyiangan dengan kored pada tanaman
yang ditanam dengan tugal
ü
Lakukan penyiangan dengan cangkul dan rotary
weeder pada tanaman yang ditanam secara larikan
ü
Hitung waktu yang digunakan untuk
masing-masing cara penyiangan tersebut
3.2.5. Penyiangan II
ü
Lakukan penyiangan dengan tangan pada tanaman yang ditnam dengan cara
disebar
ü
Lakukan penyiangan dengan kored pada tanaman
yang ditanam dengan tugal
ü
Lakukan penyiangan dengan cangkul dan rotary
weeder pada tanaman yang ditanam secara larikan
ü
Hitung waktu yang digunakan untuk
masing-masing cara penyiangan tersebut untuk penyiangan kedua ini
ü
Lakukan pengamatan pertumbuhan vegetative pada
tanaman budidaya
3.2.6. Panen dan Pasca Panen
v
Tanaman Jagung
ü
Lakukan panen pada tanaman jagung dengan
criteria : a) cukup umur, b) kelobot telah mongering dan c) biji ditekan
membekas
ü
Panen dilakukan dengan mematahkan kelobot
menggunakan tangan
ü
Kelobot langsung dikupas dan dijemur dipanas
matahari, keringkan sampai kadar air 18 %
ü
Dipipil dan keringkan sampai kadar air 12 %
ü
Pengamatan yang harus dilakukan adalah seperti
pada tabel dibawah ini dan lakukan perhitungan produksi/ha dengan rumus
Produksi/ha = 10.000 x jlh
tongkol/tan x jlh biji/tongkol x berat 100 biji
Jarak
Tanam 100
v
Tanaman Wortel
ü
Lakukan panen pada tanaman wortel dengan
kriteria : a) umur 100 – 120 hari setelah tanam, b) ukuran imbu maksimal dan
tidak terlalu tua
ü
Cara panen dengan mencabut tanaman bersama
umbinya
ü
Bersihkan umbi wortel dari daun, tangkai, akar
maupun tanah yang masih menempel. Tangkai daun di sisakan sekitar 15-20 cm
ü
Lakukan pencucian umbi wortel pada air yang
mengalir atau dalam bak dengan cara menyemprot air, langsung dilakukan
penirisan ditempat yang kering
ü
Pilih umbi yang baik dengan memisahkan yang
rusak, cacat dan busuk
ü
Timbang berat umbi yang dihasilkan hitung
dalam luaan 1 ha
ü
Tabel pengamatan wortel
v
Tanaman Kacang Tanah
ü
Lakukan panen pada tanaman kacang tanah dengan
kriteria : a) daun telah berubah warna menjadi kering dan sudah ada yang gugur,
b) 75 % polong telah mengeras, warna bagian dalam polong coklat kehitam-hitaman
ü
Panen dilakukan dengan mencabut tanaman
beserta polong dari dalam tanah
ü
Polong dipetik dari tangkainya dan dijemur
hingga kering sampai bila digoncang polongya bordering
ü
Lakukan pembijian dan jemur lagi sampai kadar
air 100 %, biji yang rusak, berkeriput, terkelupas kulit airnya dan pecah harus
dipisahkan
ü
Pengamatan yang dilakukan seperti tabel
dibawah ini dan hitung berat biji / ha dengan rumus :
Produksi/ha = 10.000 x jlh tongkol/tan x
jlh biji/tongkol x berat 100 biji
Jarak
Tanam 100
v
Tanaman Bayam dan Kangkung
ü
Lakukan panen pada tanaman bayam dan Kangkung
dengan kriteria : a) umur tanaman 25-36 hari, b) tinggi tanaman 15-20 cm, c)
belum berbungan
ü
Waktu panen adalah pagi atau sore hari pada
saat suhu udara tidak terlalu tinggi

Gambar 10. Saat panen Bayam Gambar 11.
Hasil Produksi Kangkung
ü
Panen berikutnya 3-5 hari sekali sampai umur
35 hari, lewat waktu ini kualitas tanaman menurun karena daun menjadi kasar dan
tanaman berbunga
ü
Cara panen dengan mencabut tanaman, dan
memilih tanaman yang sudah optimal ukurannya
ü
Lakukan penanganan pasca panen dengan mencuci
tanaman dengan air brsih, langsung ditiriskan dan pisahkan ( sortasi tanaman
yang rusak dan busuk )

Gambar 12. Pembersihan Hasil Panen
Kangkung
ü
Lakukan pengukatan hasil panen dalam bentuk
ikatan besar atau kecil
ü
Lakukan pengamatan dengan cara beberapa ikatan
pada panen I dan seterusnya
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. JAGUNG
Lakukan panen jagung dengan criteria
:
§ Cukup umur.
§ Kelobot telah kering.
§ Biji ditekan tidak
membekas.
w Panen dilakukan dengan
mematahkan kelobot menggunakan tangan.
w Kelobot langsung dikupas
dan dijemur dipanas matahari. Keringkan
sampai kadar air 18%.
w Dipipil dan dikeringkan
sampai kadar air 12%.
1.1.
Hasil
Tabel 1 . Hasil produksi jagung
Pengamatan/parameter
|
Sampel 1
|
Sampel 2
|
Sampel 3
|
Rata-Rata
|
|
Panjang tanaman
|
151 cm
|
150
cm
|
172 cm
|
157,6 cm
|
|
Jumlah tongkol/tanaman
|
2
|
2
|
2
|
2 tongkol
|
|
Jumlah baris/tongkol
|
12 baris
|
14 baris
|
12 baris
|
12,67 baris
|
|
Jumlah biji/ baris
|
38 biji
|
40 biji
|
42 biji
|
40 biji
|
|
Berat 100 biji/100
|
0,3 ons
|
0,5 ons
|
0,8 ons
|
0,53
ons
|
|
Produksi
|
17,9
ton/ha
|
29 ton/ha
|
33,9 ton/ha
|
27 ton/ha
|
1.2
Pembahasan
¥ Jagung
Dari data di atas,
dapat di simpulkan bahwa cara mencari produksi jagung/ha adalah :
Produksi/ha
=
x jumlah
tongkol / tanaman x jumlah baris tanaman x jumlah biji jagung x berat 100
biji/100
·
Sampel
1
Produksi/ha =
x jumlah
tongkol / tanaman x jumlah baris tanaman x jumlah biji jagung x berat 100
biji/100
= 53333.33 x 2 buah x 588 baris x 0,3
gr
=17,9 ton/ha.
·
Sampel
2
Produksi/ha =
x jumlah
tongkol / tanaman x jumlah baris tanaman x jumlah biji jagung x berat 100
biji/100
= 53333.33 x 2 buah x 542 baris x 0,5
gr
=29 ton/ha.
·
Sampel
3
Produksi/ha =
x jumlah
tongkol / tanaman x jumlah baris tanaman x jumlah biji jagung x berat 100
biji/100
= 53333.33 x 2 buah x 397 baris x 0,8
gr
=33,9 ton/ha.
2.
KACANG TANAH
2.1.
Hasil
Tabel 2. pengamatan produksi kacang tanah
Pengamatan/parameter
|
Sampel 1
|
Sampel 2
|
Sampel 3
|
Rata-Rata
|
|
Panjang Tanaman
|
39 cm
|
40 cm
|
33 cm
|
37,3 cm
|
|
Jml Polong/tanaman
|
15 polong
|
12 polong
|
10 polong
|
21 polong
|
|
Jml biji/polong
|
2 biji
|
2 biji
|
2 biji
|
2 biji
|
|
Berat 100 biji/100
|
0,4 gr
|
0,4 gr
|
0,4 gr
|
0,4 gr
|
|
Produksi/ha
|
1,5 ton/ha
|
1,2 ton/ha
|
1 ton/ha
|
1,23 ton/ha
|
2.2.
Pembahasan
¥ Produksi/ha =
x jumlah polong
/ tanaman x jumlah biji/polong x berat 100 biji/100
3. KANGKUNG
Hasil yang
didapatkan dari tanaman kangkung 1,75 kg dalam waktu 2.5 bulan, tetapi hasil
yang didapatkan tidak sesuai dengan kriteria pemanenan. Seharusnya dilakukan
pemanenan sebelum 5-7 minggu setelah
tanam. Pada awal penanaman dibutuhkan perlakuan atau perawatan yaitu,
penyiraman secara rutin karena kangkung membutuhkan banyak air. Sebelum
penanaman diberi pupuk Urea,Sp-36 dan KCl. Pemupukan dilakukan secara larikan.
4. BAWANG
MERAH
Penanaman bawang merah dimulai dari pemotongan sepertiga
dari bagian atas, setelah itu di rendam dalam larutan ZPT sekitar 10-15 menit.
Pengolahan tanah dilakukan dengan pembuatan guludan dengan panjang dan lebar 2
x 2 m. Penanaman dilakukan dengan cara larikan, sebelum penanaman dilakukan
pemupukan. Pupuk yang diberikan Urea, Sp-36 dan KCl. Bawang dapat di panen
2-2.5 bulan. Dari hasil panen didapatkan sebanyak 6 ons, hasil panen yang
didapatkan tidak sesuai dengan kriteria yang seharusnya. Penyebab kerusakan
atau kegagalan dikarenakan cuaca yang tidak baik, penyakit dan hama ,serta
kurangnya perawatan.
5. WORTEL
Penanaman wortel dimulai dari
pengolahan tanah atau pembuatan guludan, penanaman dilakukan dengan cara larikan. Pemupukan juga dilakukan denagn cara
larikan ,pupuk yang digunakan Urea,Sp-36 dan KCl. Pemanenan dilakukan setelah 3
bulan. Dari hasil yang didapat sebanyak 1 kg. Untuk hasil yang didapatkan
maksimal penanaman dilakukan penjarangan agar umbi dapat tumbuh dengan
baik.
6. UBI
JALAR
Penanaman ubi jalar dengan cara vegetatif atau stek pucuk. Sebelum penanaman dilakukan
pengolahan tanah atau pembuatan guludan. Setelah itu dilakukan pemupukan dengan
cara melingkar dan pupuk yang digunakan Urea, Sp-36,KCl. Perlakuan yang
dilakukan terhadap ubi jalar yaitu pembumbunan, seperti pembalikan daun ke atas
guludan. Dari hasil yang didapat hanya 4 ons. Hasil yang didapat jauh dari yang
diharapkan, hal tersebut terjadi karena pemanenan dilakukan belum pada
waktunya, yang menyebabkan hsil jauh dari yang diperkirakan.
7. Bayam
Penanaman bayam dilakukan dengan
menanam biji secara sebar dengan dibuat alur-alur pada plot tersebut. Dan
dikakukan penyiangan dengan mencabut gulma yang tumbuh di sekitar tanaman
tersebut. Dari hasil yang didapat hanya 1 kg. hasil tersebut sangat jauh dari
yang diharapkan. Selain itu ada juga bayam yang telah terlambat atau telah
berbunga jadi tidak bisa lagi dipanen.
V . KESIMPULAN
DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
Dari hasil dan pembahasan di atas dapat diambil
kesmpulan bahwa :
v Tanaman jagung tumbuh dengan baik
dan memperoleh hasil yang memuaskan.
v Tanaman kangkung yang ditanaman
secara larikan juga memperoleh hasil yang memuaskan.
v Tanaman wortel yang ditanam secara
larikan memperoleh hasil yang tidak memuaskan dikarenakan tanaman wortel tidak
tumbuh secara baik, dan hasil panen nya pun tidak baik.
v Tanaman kedelai yang ditanam secara
tugal memperoleh hasil yang kurang baik atau tidak memuaskan.
v Tanaman bayam yang ditanam secara
menyebar memperoleh hasil yang tidak
memuaskan, dimana hasil panen yang sedikit.
4.2. Saran
Pada setiap
kegiatan yang dilakukan hendak nya memperhatikan syarat – syarat tumbuh dengan
baik, apabila tidak diperhatikan dengan baik tentu tidak akan memperoleh hasil
yang maksimal. Pada tanaman wortel, bayam dan kedelai sangat mudah terserng oleh
hama dan penyakit, sehingga harus dilakukan perawatan yang maksimal dengan cara
penyiangan, oengendalian hama dan penyakit dan memerhatikan keetersediaan air.
Dengan begitu mudah – mudahan memperoleh hasil yang
maksimal dan memuaskan.
VI. DAFTAR
PUSTAKA
Elita, N,. dkk. 2008. Buku kerja praktek mahasiswa. Dasar-Dasar Agronomi. Politeknik Pertanian Universitas Andalas.
Payakumbuh.
Erlida, Rita dan
Syafrison. 2002. Teknologi Benih dan
Perbanyakan Tanaman. Politeknik Pertanian Universitas Andalas. Payakumbuh.
Kuswanto, H,. 1996. Dasar-dasar Teknologi, Produksi dan Sertifikasi Benih. Andi.
Yogyakarta
Kuswanto, H,. Teknologi
Pemrosesan Pengemasan dan Penyimpanan Benih. Kanisius.
Yogyakarta
Kamil, J. 1992. Teknologi Benih. Penebar Swadaya,
Jakarta. 58 hal
Qamaramugnisjah, W,. Asep, S,.
MS,. 1995.
Produksi
benih. Bumi Aksara. Jakarta
Rukmana,
Ir. Rahmat. 1994. Hormon Tumbuh.
Kanisius, Yogyakarta.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar