Senin, 23 Juli 2012

Contoh Laporan Dasar-Dasar Agronomi


































BUDIDAYA BERBAGAI JENIS TANAMAN (JAGUNG, KANGKUNG, WORTEL, KACANG TANAH, UBI JALAR DAN BAYAM)




LAPORAN



Oleh:



ELVIN SURYANA
BP. 1101361001



DOSEN PEMBIMBING :

Ir. HJ. NELSON ELITA, MP
Ir. ANIDARFI, MP







POLI
 
















PROGRAM STUDI AGRIBISNIS PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
POLITEKNIK PERTANIAN UNIVERSITAS NEGERI
 PAYAKUMBUH
2012


KATA PENGANTAR
        Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya jualah maka Laporan dengan judulBUDIDAYA TANAMAN ini dapat diselesaikan.
        Laporan ini disusun oleh Mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh berdasarkan referensi dari berbagai sumber. Maksud dari penyusunan Laporan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan akan adanya buku pegangan bagi masyarakat dalam Pembudidayaan Tanaman.
          Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga Laporan ini selesai dibuat.



        Tanjung Pati, Juli 2012                                                            ES      























DAFTAR ISI
Halaman
          KATA PENGANTAR...........................................................          i
          DAFTAR ISI.....................................................................          ii
          DAFTAR TABEL................................................................          iii
          DAFTAR GAMBAR............................................................          iv
I.       PENDAHHULUAN............................................................          1
1.1.   Latar Belakang........................................................          1
1.2.   Tujuan....................................................................          3
II.     TINJAUAN PUSTAKA........................................................          4
          2.1.1.   Jagung................................................................          4
          2.1.2.   Wortel.................................................................          7
          2.1.3.   Kacang Tanah......................................................          9
          2.1.4.   Bayam.................................................................          10
          2.1.5.   Kangkung............................................................          12
          2.1.6.   Bawang Merah....................................................          13
          2.1.7.   Ubi Jalar.............................................................          16
III.   METODE PELAKSANA.......................................................          21
          3.1.       Alat Dan Bahan....................................................          21
            3.1.1.   Alat...................................................................          21
            3.1.2.   Bahan...............................................................          21
          3.2.       Pelaksanaan.......................................................          21
            3.2.1 Penyiapan Lahan.................................................          22
            3.2.2  Penanaman.........................................................          23
            3.2.3 Penyulaman........................................................          23
            3.2.4  Penyiangan I.......................................................          23
            3.2.5  Peyiangan II.......................................................          23
            3.2.6  Panen Dan Pasca Panen......................................          23
IV.    HASIL DAN PEMBAHASAN...............................................          26
V.      KESIMPULAN DAN SARAN...............................................          29
          DAFTAR PUSTAKA...........................................................          30



DAFTAR TABEL
Nomor                                                                                                       halaman
1. Hasil tanaman jagung..........................................................        26
2. Hasil tanaman wortel..........................................................        26
3. Hasil tanaman kacang tanah.................................................        26
4. Hasil tanaman bayam.........................................................        27
5. Hasil tanaman Kangkung.....................................................        27
6. Hasil tanaman bawang merah...............................................        28   
7. Hasil tanaman ubi jalar........................................................          28




































DAFTAR GAMBAR
Nomor                                                                                                     Halaman
1.     Tanaman Jagung...............................................................     4
2.     Tanaman Wortel................................................................     7
3.     Tanaman Kacang Tanah......................................................     9
4.     Tanaman Bayam...............................................................     10
5.     Tanaman Kagkung.............................................................     12
6.     Tanaman Bawang Merah.....................................................     13
7.     Tanaman Ubi Jalar.............................................................     16
8.     Pembuatan Batas Plot.........................................................     21
9.     Pengolahan Tanah..............................................................     21
10.   Pasca Panen Bayam...........................................................     25
11.   Hasil Panen Kangkung.........................................................     25
12.   Pembersihan Hasil Panen Kangkung.......................................     25






I.            PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari bulir), dibuat tepung (dari bulir, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung bulir dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.

Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.), juga dikenal sebagai Ipomoea reptans Poir1. merupakan sejenis tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan di tanam sebagai makanan. Kangkung banyak dijual di pasar-pasar. Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair. Masakan yang populer yang menggunakan kangkung adalah kangkung goreng belacan. Kangkung juga merupakan makanan salah satu spesies hewan Chersina, atau kura-kura.

Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanaman budidaya. Bagian yang dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar gizi (karbohidrat) yang tinggi. Di Afrika, umbi ubi jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Asia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda ubi jalar juga dibuat sayuran. Terdapat pula ubi jalar yang dijadikan tanaman hias karena keindahan daunnya. Ubi jalar berasal dari Amerika Selatan tropis dan, yang masih diperdebatkan, Papua. Kalangan yang tidak menyetujui asal muasal ubi jalar dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan ubi jalar ke Asia.

Wortel adalah tumbuhan biennial (siklus hidup 12 - 24 bulan) yang menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1 m, dengan bunga berwarna putih.

Bawang merah (Allium cepa L. Kelompok Aggregatum) adalah sejenis tanaman yang menjadi bumbu berbagai masakan Asia Tenggara dan dunia. Orang Jawa mengenalnya sebagai brambang. Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah umbi, meskipun beberapa tradisi kuliner juga menggunakan daun serta tangkai bunganya sebagai bumbu penyedap masakan. Tanaman ini diduga berasal dari daerah Asia Tengah dan Asia Tenggara.

Kacang tanah, kacang una, suuk, kacang jebrol, kacang bandung, kacang tuban, kacang kole, kacang banggala (bahasa Yunani: Arachis hypogaea L., bahasa Inggris: peanut, groundnut) merupakan tanaman polong-polongan atau legum dari famili Fabaceae, kedua terpenting setelah kedelai di Indonesia. Kacang tanah merupakan sejenis tanaman tropika. Ia tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm (1 hingga 1½ kaki) dan mengeluarkan daun-daun kecil.  Tanaman ini adalah satu di antara dua jenis tanaman budidaya selain kacang bogor, Voandziea subterranea yang buahnya mengalami pemasakan di bawah permukaan tanah. Jika buah yang masih muda terkena cahaya, proses pematangan biji terganggu.

Bayam (Amaranthus spp.) merupakan tumbuhan yang biasa ditanam untuk dikonsumsi daunnya sebagai sayuran hijau. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik namun sekarang tersebar ke seluruh dunia. Tumbuhan ini dikenal sebagai sayuran sumber zat besi yang penting.

Sistem budidaya merupakan sistem pemanfaatan media tanam atau lahan dalam proses produksi tanaman.
Terdapat banyak cara orang untuk membudidayakan tanaman. Secara tradisional, orang memanfaatkan lahan tanah untuk memperoleh hasil bumi. Hal ini masih dominan berlaku sampai sekarang. Untuk sistem budidaya semacam ini, istilah sistem pertanaman dapat dianggap sebagai sinonim. Sejak abad ke-20, berkembang pula sistem budidaya tanpa tanah. Tercakup di dalam sistem ini adalah hidroponika beserta variasinya dan kultur jaringan tanaman.  Sistem pertanaman (di tanah) mencakup banyak varian. Secara luas sistem ini dapat dibedakan menjadi sistem monokultur (pertanaman tunggal) dan polikultur (pertanaman campuran). Dilihat dari sejarah perkembangan pertanian, perladangan berpindah mengenal sistem tebas-bakar (slash-and-burn). Selanjutnya terjadi percabangan perkembangan. Di beberapa belahan bumi, orang mulai memelihara lahan untuk menggenjot produksi satu komoditi tanaman tertentu di tempat yang sama karena memiliki nilai komersial tinggi, melahirkan sistem monokultur. Di belahan bumi lain, biasanya tempat dengan medan yang lebih berat untuk diolah atau keterbatasn teknologi, pemeliharaan lahan dijaga dengan mencampur beberapa komoditi sekaligus untuk agar ketersediaan bahan pangan terjamin. Kondisi ini melahirkan sistem polikultur.
Dalam sistem pertanaman tunggal dikenal sistem ladang dan sawah. Sistem pertanaman campuran mengenal banyak sekali variasi. Orang mengenal tumpang sari, tumpang gilir, tumpang sela, agroforestri, sistem budidaya surjan, budidaya lorong, dan sebagainya.

1.2.Tujuan
        Tujuan penyusunan Laporan praktikum ini adalah (1) melatih mahasiswa dalam penyusunan laporan ataupun makalah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan pedoman penulisan politeknik pertanian, (2) untuk dapat mengetahui cara budidaya baerbagai tanaman, (3) mengetahui benih atau bibit yang bermutu dan berkualitas, (4) Mengembangkan wawasan dan pengetahuan tentang benih, (5) dan mengetahui kelebihan dan kelemahan tanaman.















II.                TINJAUAN PUSTAKA


2     .1. Jagung
Gambar 1. Tanaman Jagung


Klasifikasi dan Morfologi
Tanaman jagung termasuk dalam keluarga rumput-rumputan dengan spesies Zea Mays L. Secara umum,klasifikasi dan sistematika tanaman jagung sebagai berikut.

        Kingdom          : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
           Divisi           :Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
               Subdivisi  :Angiospermae (berbiji tertutup)
                   Kelas            :Monocotyledone (berkeping satu)
                          Ordo:Graminae (rumput-rumputan)  
                              Famili          :Graminaceae
                                  Genus               :Zea
                                      Spesies          :Zea Mays L.

        Jagung termasuk tanaman berakar serabut yang terdiri dari tiga tipe akar,yaitu akar seminal,akar adventif,dan akar udara. Akar seminl tumbuh dari radikula dan embrio.  Akar adventif disebut juga akar tunggang. Akar ini tumbuh dari buku paling bawah, yaitu sekitar 4 cm di bawah permukaan tanah. Sementara akar udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih buku terbawah dekat permukaan tanah.
        Daun terdiri dari tiga bagian ,yaitu kelopak daun,lidah daun dan helaian daun. Kelopak daun umumnya membungkus batang. Bunga jagung tidak memiliki pental dan sepal sehingga disebut bunga tidak lengkap. Bunga jagung juga termasuk bunga tidak sempurna karena bunga jantan dan betina berada pada bunga yang berbeda. Bunga jantan terdapat di ujung batang. Bunga betina terdapat di ketiak daun ke-6 atau ke-8 dari bunga jantan. Pada jagung umumnya terjadi pernyebukan silang (cross polinated crop). Penyerbukan terjadi dari serbuk sari tanaman lain. Sangat jarang terjadi penyerbukan yang serbuk sarinya berasal dari tanaman sendiri.

v    Pengelompokan jagung
        Berdasarkan bentuk dan kandungan pati dalam biji (endosperma) ,jenis jagung dapat digolongkan menjadi tujuh tipe sebagai berikut.
1.            Jagung gigi kuda (Zea mays indentata)
Terdapat lukukan di puncak biji, bewarna kuning.
2.            Jagung mutiara (Zea mays indurata)
Berbentuk bulat,bewarna putih, bagian luar biji keras dan licin karena terdiri dari pati keras.
3.            Jagung manis ( Zea mays saccharata)
Mengandung lebih banyak gula dari pati sehingga bila kering , bijinya keriput.
4.            Jagung berondong (Zea mays everta)
Bagian bijinya terdiri atas pati keras
5.            Jagung tepung (Zea mays amy laceace)
Bagian biji terdiri dari pati lunak, susunan pati lunak pada jagung tepung mudah dicerna sehingga banyak digunakan sebagai makanan bayi.
6.            Jagung polong (Zea mays tunicata )
Masing-masing biji dibungkus oleh kelobot. Sementara seluruh tongkol juga terbungkus  oleh kelobot seperti halnya jagung biasa.
7.            Jagung ketan ( Zea mays ceratina)
Memiliki kandungan amilopektin lebih besar dari amilosa dalam endospermanya.

v    Syarat tumbuh
Produktifitas jagung sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya tempat tumbuh atau tanah, air, dan iklim. Jenis tanah  yang dapat ditanami jagung antara lain Andosol ( berasal dari gunung berapi ) , Lastosol, dan Grumasol. Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur hara tanaman. Keasaman tanah bagi pertumbuhan jagung antara 5,6-7,5. Tanaman jagung juga membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Kemiringan tanah yang optimum untuk tanaman jagung maksimum 8%.
Daerah yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung yaitu daerah beriklim sedang hingga daerah beriklim subtropis/tropis basah.
Kebutuhan air pada jagung sangat lah dibutuhkan terutama pada saat pertumbuhan awal, saat berbunga, dan saat pengisian biji.



Budidaya Tanaman Jagung
v     Persiapan biji
Secara umum, mutu benih jagung yang baik dicirikan beberapa hal berikut.
1.            Daya tumbuh besar, lebih dari 90%.
2.            Tidak tercampur benih/varietas lain.
3.            Tidak mengandung kotoran.
4.            Tidak tercemar hama dan penyakit.
5.            Sehat dan bernas.
6.            Tidak keriput,tetapi mengkilap.
Sebelum ditanam ,sebaiknya benih dicampur terlebih dahulu dengan fungisida seperti Benlate atau Ridomil, terutama bila diduga akan ada serangan jamur.


v     Tahap penanaman jagung
        Agar hasil panen maksimal, diperlukan teknik pengolahan lahan sebelum ditanami jagung, proses penanaman, dan pemeliharaan tanaman yang benar.

·                Pengolahan tanah
        Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah menjadi gembur sehingga pertumbuhan akar tanaman maksimal. Tanah yang diolah dalam kondisi lembab, tetapi tidak terlalu basah. Adapun tahap pengolahan tanah yaitu : pembukaan tanah, persiapan lahan, pembentukan saluran drainase dan pengapuran.

·                Penanaman
        Sebelum penanaman dilakukan , sebaiknya ditentukan terlebih dahulu pola tanam yang diinginkan dan ditentukan jarak tanamnya. Setelah itu, baru dilakukan penanaman. Penanaman pada jagung ini dilakukan secara tugal. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panen. Jagung berumur panjang dengan waktu panen lebih dari 100 hari setelah panen, sebaiknya jarak tanamnya dibuat 100 cm x 40 cm ( 2 tanaman / lubang) atau 100 cm x 25 cm ( 1 tanaman per lubang). Jagung berumur sedang (umur panen 80-100), jarak tanam 75 cm x 25 cm ( 1 tanaman /lubang). Sementara untuk jagung berumur pendek ( umur panen kurang dari 80 hari), jarak tanam nya 50 cm x 20 cm ( 1 tanaman / lubang).
Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. Kedalaman lubang perlu diperhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya. Kedalaman lubang tanam sekitar 3-5 cm. Setiap lubang hanya diisi 1 atau 2 butir benih, tergantung jarak tanamnya.
·                Pemeliharaan
        Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan tanaman jagung di antaranya penjarangan, penyiangan, pembumbunan, pemupukandan pengairan.
v     Pengendalian hama dan penyakit
        Keberhasilan dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman jagung akan meningkatkan produsi. Hama yang sering menyerang tanaman jagung adalah lalat bibit,lundi/uret,ulat pemotong,dan penggerek tongkol. Beberapa  penyaki yang sering ditemukan menyerang tanaman jagung adalah penyakit bulai (downy mildew ), penyakit bercak daun (leaf blight ),penyakit karat (rust),penyakit gosong bengkak(corn smut/boil smut),dan  penyakit busuk tongkol dan busuk biji.

v     Panen dan pascapanen
*                   Penentuan waktu panen
        Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua atau matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen.
*             Cara memanen
        Jagung pipilan dipanen dengan cara tongkol di potong dari batang, lalu di jemur dalam keadaan utuh.  Tahap pasca panen jagung terdiri dari pemipilan, pengeringan, pengemasan,  penyimpanan, dan pemasaran.( Purwono,Rudi Hartono ).


2.2.      Wortel
Gambar 2. Tanaman Wortel



v  Klasifikasi dan Morfologi
Ø   Syarat tumbuh wortel
        Secara garis besar faktor yang menjadi persyratan tumbuh wortel dapat dibagi kedalam 2 bagian yaknio kondisi tanah dan iklim.

1.            Iklim
        Unsur iklim yang berperan penting bagi pertumbuhan tanaman wortel meliputi curah hujan, temperatur dan keyinggian tempat, kelembaban, radiasi sinar matahri, serta angin.

2.            Kondisi tanah
        Menurut sifat fisika, tanah yang cocok untuk digunakan adalah tanah yang bertekstur lempung berpasir, memiliki struktur yang mantap dengan konsistensi lembab. Struktur tanah yang mantap mengandung bahan organik yang lebih banyak. Tanah yang berkonsistensi lembab memiliki daya guna yang lebih baik serta pengolahannya relatif mdah. Sifat biologi tanah menyangkut keberadaan organisme yang mengandung organisme dalam tanah beserta aktivitasnya.

v    Budidaya secara umum
v    Benih
        Tanaman wortel diperbanyak dengan bijinya. Biji untuk penanaman ini dikenal dengan istilah benih. Benih yang bermutu tinggi akan mempunyai daya kecambah dan vigor yang tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, selain itu juga menghasilkan produksi yang banyak. Benih wortel berwarna coklat, ukuranya kecil , berbulu. Dan saling melekat antara satu sama lain.

v    Pengolahan Tanah
        Penggemburan 2 minggu sebelum penanaman lahan yang akan ditanami wortel harus di olah sebaik mungkin. Pengolahan tanah bertujuan untuk menciptakan kondisi yang sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman. Dengan pengolahan tanah maka, struktur tanah dapat diperbaiki dan sirkulasi udara yang baik dapat diciptakan.

v    Penanaman
ü    Waktu tanam
        Tanaman wortel dapat ditanam sepanjang tahun.
ü    Cara penanaman
        Benih wortel langsung dapat ditanam di bedengan tanpa disemaikan terlebih dahulu, yaitu dengan cara larikan.
ü    Pengairan
        Penyiraman harus dilakukan secara rutin pada musim kemarau, agar wortel tersebut tidak mengalami kekeringan akibat kekurangan air.
ü    Pemupukan
        Pupuk yang di berikan pada saat tanam campuran pupuk urea, TSP dan KCL.
           
v    Penen dan pascapanen
        Wortel dapat dipanen sekitar umur 3 bulan atau 90-97 hari setelah tanam dan biasanya daun tua berjumlah 3-5 helai. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam  penanganan pascapanen adalah pembersihan, greding (pemisahan ukuran), dan sortasi ( pemisahan dengan kotoran) serta pengemasan. (Nur Berlian ,Estu Rahayu ).
2.3.      Kacang Tanah

Gambar 3. Tanaman Kacang Tanah



v    Klasifikasi dan Morfologi
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Fabales
                             Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
                                 Genus: Glycine
                                     Spesies: Glycine max (L.) Merr.

v    Budidaya tanaman
v  Pengolahan tanah
Pengolahan tanah bertujuan untuk meratakan tanah dan menggemburkan tanah.

v  Penanaman
Sebelum penanaman di lakukan terlebih dahulu media tanam di berikan pupuk dasar yaitu berupa pupuk kandang. Penanaman kedelai ini di lakukan dengan cara tugal yaitu dengan jarak tanam (jarak tanam 40 x 20 cm).

v  Pemupukan
Pupuk yang diberikan yaitu Urea, TSP, KCL diberikan seluruhnya pada saat tanam dengan cara larikan dikiri kanan benih.



v  Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membunuh gulma yang ada disikitar tanaman agar tidak menjadi saingan pleh tanaman budidaya dalam memperebutkan kan unsur hara dan cahaya matahari.

v  Panen dan Pasca panen
Panen kedelai dapat dilakukan dengan criteria sebagai berikut :
Ø  Daun telah beribah warna menjadi menguning dan kering dan sudah ada yang gugur.
Ø  Polong sudah berubah warna menjadi kecoklatan dan,
Ø  Dan sudah berumur 3 bulan.
        Panen dilakukan dengan caramemotong pangkal batangdengan cara disabit. Kemudian polong dijemur dibawah sinar matahari yang dialasi dengan lantai jemur, sebagian biji akan pecah dan biji akan terlempar ke luar polong. Jika polong sudah kering, brangkasan dipukul – pukul dengan kayu atau diijak – injak dengan kaki sehingga biji akan terlepas dari polong.  Sortasi biji yang rusak, pecah, keriput, atau yang terserang hama penyakit.


2.4.      Bayam

Gambar  4. Tanaman Bayam


Klasifikasi dan Morfologi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Hamamelidae
                         Ordo: Caryophyllales
                             Famili:
Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)
                                 Genus:
Amaranthus
                                     Spesies: Amaranthus hybridus L.
2.4.2.   Budidaya tanaman secara umum
v  Pengolahan tanah
        Pengolahan tanah bertujuan untuk meratakan tanah dan menggemburkan tanah.

v  Pemberian pupuk dasar
        Pemberian pupuk dasar dilakukan dengan memberikan pupuk kandang.

v  Penanaman
        Biji bayam dicampur dengan abu dapur atau pasir yang kering, bertujuan untuk agar benih tersebar secara merata di atas bedengan yaitu penanaman secara sebar, kemudian tutup dengan selapis tanah halus dan disiram hingga cukup basah agar cepat berkecmbah

v  Pemeliharaan
ü  Penyiraman
Penyiraman dilakukan setiap hari yaitu pada pagi dan sore hari agar benih tetap lembab.

ü  Penyiangan
Penyiangan dilakukan apabila gulma – gulma sudah banyak tumbuh di bedengan.

ü  Pemupukan
Pupuk yang diberikan yaitu pupuk Urea, TSP, KCL. Pupuk urea diberikan setengah dosis pada saat tanam dan setengah dosis lagi diberikan setelah benih bermur dua minggu setelah tanam.

v  Panen
Panen bayam dapat dilakukan dengan criteria sebagai berikut :
ü  Umur tanaman bayam 25 – 30 hari setelah sebar.
ü  Tinggi tanaman telah mencapai 15 – 20 cm.
ü  Tanaman belum berbunga

        Waktu panen yang baik adalah pagi dan sore hari pada saat suhu udara tidak terlalu tinggi. Panen berikutnya dilakukan 3 - 5 hari sekali sampai umur 35 hari, lewat dari waktu ini kualitas tanaman menurun karena daun menjadi kasar  (berserat) dan tanaman berbunga. Cara panen yaitu dengan mencabut tanaman dan memilih tanaman yang optimal tumbuhnya.

v  Pasca panen
        Lakukan penangan pasca panen dengan cara mencuci tanaman dengan air bersih, berikut langsung ditiriskan dan disahkan (disortasi) tanaman yang layu, busuk, dan terserang hama penyakit.
2.5.      Kangkung
Gambar 5. Tanaman Kangkung


Klasifikasi dan Morfologi
Kedudukan tanaman kangkung dalam tatanama (sistematika) tumbuhan diklasifikasikan le dalam:


        Divisi     :Spermatophyta
           Sub-divisio: Angiospermae
               Kelas       :dicotyledoneae
                       Famili        :Convolvulaceae
                          Genus    :Ipomoea
                            Spesies   :Ipomea aquatica forsk (kangkung air) , I. reptans Poir (kangkung darat).

        Tanaman kangkung memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabang akarnya menyebar ke semua arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60-100 cm, dan melebar secara mendatar pada radius 100-150 cm atau lebih, terutama pada jenis kangkung air.

Budidaya tanaman kangkung
        Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di daratan rendah sampai daratan tinggi (pegunungan) lebih kurang 2.000 m dpl, dan diutamakan lokasi lahannya terbuka atau mendapat sinar matahari yang cukup. Kangkung air membutuhkan tanah yang banyak mengandung air dan lumpur, sedangkan kangkung darat menghendaki tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, dan tidak mudah menggenang (becek).
Cara penanaman kangkung dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu: sistem sebar,sistem berisan, sistem huntukala (triangular),dan sistem persegi panjang atau bujur sangkar.

v    Pemeliharaan tanaman kangkung
        Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman kangkung meliputi : penyulaman,penyiangan, pemupukan susulan, perlindungan (proteksi) tanaman.
v Panen dan pascapanen kangkung
        Panen pertama kangkung dapat dilakukan pada umur 30-40 hari setelah tanam, bertujuan untuk mendapatkan hasil bahan sayuran daun, juga berfungsi untuk merangsang pertumbuhan vegetatif (pucuk-pucuk) berikutnya yang lebih banyak. Waktu panen yang paling baik adalah pagi atau sore hari agar tidak mengalami kelayuan yang dratis akibat pengaruh suhu udara yang panas ataupun teriknya sinar matahari.
        Produksi kangkung umumnya dipasarkan dalam bentuk sayuran segar. Penanganan produksi kangkung selepas panen meliputi : pengumpulan, pencucian, sortasi dan seleksi, pengikatan dan pengemasan, dan penyimpanan. (Rahmat Rukmana).

2.6. Bawang Merah

Gambar 6. Tanaman Bawang


v Klasifikasi dan Morfologi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
                     Sub Kelas: Liliidae
                         Ordo: Liliales
                             Famili: Liliaceae (suku bawang-bawangan)
                                 Genus: Allium
                                     Spesies: Allium cepa var. aggregatum L.

v  Budidaya tanaman bawang merah
Ø     Syarat tumbuh bawang merah
        bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, berstruktur remah, dan bertekstur sedang sampai liat. jenis tanah alluvial, glei humus atau latosol, ph 5.6 - 6.5. tanaman bawang merah memerlukan udara hangat untuk pertumbuhannya (25 s/d 320c), curah hujan 300 sampai 2500 mm pertahun, ketinggian 0-400 mdpl, dan kelembaban 50-70 %.

Ø  Pengolahan tanah
        pengolahan tanah dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan lapisan tanah yang gembur, memperbaiki drainase dan aerasi tanah, meratakan permukaan tanah, dan mengendalikan gulma. tanah dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 20 cm, kemudian dibuat bedengan selebar 120 - 175 cm, tinggi 25 - 30 cm, serta panjang sesuai disesuaikan dengan kondisi lahan. saluran drainase dibuat dengan lebar 40 - 50 cm dan kedalaman 50 - 60 cm. apabila ph tanah kurang dari 5,6 diberi dolomit dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu. untuk mencegah serangan penyakit layu taburkan glio 100 gr (1 bungkus glio) dicampur 25-50 kg pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu lalu taburkan merata di atas bedengan.

Ø    Penyediaan bibit
        pada umumnya perbanyakan bawang merah dilakukan dengan menggunakan umbi sebagai bibit. kualitas umbi bibit merupakan salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya hasil produksi bawang merah. umbi yang baik untuk bibit harus berasal dari tanaman yang cukup tua yaitu berumur 70 - 80 hari setelah tanam, dengan ukuran sedang (beratnya 5 - 10 gram, diameter 1,5 - 1,8 cm). umbi bibit tersebut harus terlihat segar dan sehat, tidak keriput, dan warnanya cerah. umbi bibit telah siap tanam apabila telah disimpan 2 - 4 bulan sejak dipanen dan tunasnya sudah sampai ke ujung umbi.

Ø    Penanaman dan pemberian pupuk dasar
Setelah tanah selesai diolah selanjutnya dilakukan kegiatan pemupukan. pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik yang sudah matang seperti pupuk kandang sapi dengan dosis 10-20 ton/ha atau pupuk kandang ayam dengan dosis 5-6 ton/ha, atau kompos dengan dosis 4-5 ton/ha. selain itu pupuk p (sp-36) dengan dosis 200-250 kg/ha diberikan 2-3 hari sebelum penanaman.
        uUmbi bibit ditanam dengan jarak 10 cm x 20 cm atau 15 cm x 15 cm. lobang tanaman dibuat setinggi umbi dengan menggunakan alat penugal. umbi bawang merah dimasukkan ke dalam lobang tanaman dengan gerakan seperti memutar sekrup, hingga ujung umbi tampak rata dengan permukaan tanah. setelah tanam dilakukan penyiraman dengan menggunakan embrat yang halus.

Ø    Pemupukan susulan
        Pemupukan susulan dilakukan pada umur 10-15 hari dan umur 30-35 hari setelah tanam. jenis dan dosis pupuk yang diberikan adalah : urea 75-100 kg/ha, za 150-250 kg/ha, kcl 75-100 kg/ha. pupuk diaduk rata dan diberikan di sepanjang garitan tanaman.

Ø    Pengairan
        Tanaman bawang membutuhkan air yang cukup dalam pertumbuhannya. Penyiraman pada musim kemarau dilakukan 1 kali dalam sehari pada pagi hari atau sore, sejak tanam sampai menjelang panen.

Ø    Menyiangan dan pembumbunan
        Menyiang dilakukan sesuai dengan kondisi gulma, minimal dilakukan dua kali/musim, yaitu menjelang dilakukannya pemupukan susulan. Kegiatan membumbun dilakukan saat tanaman umur 30 dan 45 hari setelah tanam atau disesuaikan dengan kondisi umbi sampai muncul ke permukaan tanah.

Ø    Pengendalian hama dan penyakit
        Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah adalah ulat tanah, ulat daun, ulat grayak, kutu daun, nematoda akar, bercak ungu alternaria, embun tepung, busuk leher batang, otomatis/ antraknose, busuk umbi, layu fusarium dan busuk basah.
        a. hama ulat bawang (spodoptera spp).
serangan hama ini ditandai dengan bercak putih transparan pada daun. pengendaliannya adalah : - telur dan ulat dikumpulkan lalu dimusnahkan - pasang perangkap ngengat (feromonoid seks) ulat bawang 40 buah/ha - jika intensitas kerusakan daun lebih besar atau sama dengan 5 % per rumpun atau telah ditemukan 1 paket telur/10 tanaman, dilakukan penyemprotan dengan insektisida efektif, misalnya hostathion 40 ec, cascade 50 ec, atabron 50 ec atau florbac.
        b. hama trip (thrips sp.)
gejala serangan hama thrip ditandai dengan adanya bercak putih beralur pada daun. penanganannya dengan penyemprotan insektisida efektif, misalnya mesurol 50 wp atau pegasus 500 ec.
        c. penyakit layu fusarium ditandai dengan daun menguning, daun terpelintir dan pangkal batang membusuk. jika ditemukan gejala demikian, tanaman dicabut dan dimusnahkan.
        d. penyakit otomatis atau antraknose
gejalanya : bercak putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan pada bercak tersebut yang menyebabkan daun patah atau terkulai. untuk mengatasinya, semprot dengan fungisida daconil 70 wp atau antracol 70 wp.
        e. penyakit trotol (bercak ungu alternaria) ditandai dengan bercak putih pada daun dengan titik pusat berwarna ungu. gunakan fungisida efektif, antara lain antracol 70 wp, daconil 70 wp, dll untuk membasminya.

Ø   Panen dan pasca panen
        Bawang merah dipanen apabila umurnya sudah cukup tua, biasanya pada umur 60-70 hari setelah tanam. tanaman bawang merah dipanen setelah terlihat tanda-tanda 60-70% daun telah rebah atau leher batang lunak, sedangkan untuk bibit kerebahan daun lebih dari 90%. panen dilakukan waktu udara cerah. pada waktu panen, bawang merah diikat dalam ikatan-ikatan kecil (1-1.5 kg/ikat), kemudian dijemur selama 5-7 hari). setelah kering (penjemuran 5-7 hari), 3-4 ikatan bawang merah diikat menjadi satu, kemudian bawang dijemur dengan posisi penjemuran bagian umbi di atas selama 3-4 hari. pada penjemuran tahap kedua dilakukan pembersihan umbi bawang dari tanah dan kotoran. bila sudah cukup kering (kadar air kurang lebih 85 %), umbi bawang merah siap dipasarkan atau disimpan di gudang.


2.7. Ubi Jalar

Gambar 7. Tanaman Ubi Jalar

v    Klasifikasi Dan Morfologi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Asteridae
                         Ordo: Solanales
                             Famili: Convolvulaceae (suku kangkung-kangkungan)
                                 Genus: Ipomoea
                                     Spesies: Ipomoea batatas Poir


v    Budidaya Tanaman Ubi jalar
ü    Pengolahan Media Tanam
     Persiapan
        Pada saat melakukan persiapan lahan untuk ubi jalar, sebaiknya dilakukan pada saat tanah tidak terlalu basah atau tidak terlalu kering agar strukturnya tidak rusak, lengket, atau keras. Penyiapan lahan dapat dilakukan dengan cara, mula-mula tanah diolah terlebih dahulu hingga gembur, kemudian dibiarkan selama kurang lebih 1 minggu. Dan tahap berikutnya yaitu tanah dibentuk guludan-guludan. Selanjutnya tanah diolah bersama dengan pembuatan guludan-guludan.


     Pembentukan Bedengan
        Jika media yang akan digunakan adalah tanah sawah maka berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan
  • Babat jerami sebatas permukaan tanah.
  • Tumpuk jerami secara teratur menjadi tumpukan kecil memanjang berjarak 1 meter antar tumpukan.
  • Olah tanah di luar bidang tumpukan jerami dengan cangkul atau bajak, kemudian tanahnya ditimbunkan pada tumpukan jerami sambil membentuk guludan-guludan berukuran lebar bawah ± 60 cm, tinggi 35 cm, dan jarak antar guludan 70-100 cm. Panjang disesuaikan dengan keadaan lahan.
  • Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air antar guludan. Pembuatan guludan di atas tumpukan jerami atau sisa-sisa tanaman dapat menambah bahan organik tanah yang berpengaruh baik terhadap struktur dan kesuburan tanah sehingga ubi dapat berkembang dengan baik dan permukaan kulit ubi rata
Kemudian jika yang digunakan adalah tanah tegalan maka berikut tata cara persiapannya:
  • Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar (gulma).
  • Olahan tanah dengan cangkul atau bajak hingga gembur sambil membenamkan rumput-rumput liar.
  • Biarkan tanah kering selama minimal 1 minggu.
  • Buat guludan-guludan dengan ukuran lebar bawah 60 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar guludan 70-100 cm, dan panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan.
  • Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air diantara guludan

ü    Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanam
        Sistem tanam Ubi dapat dilakukan dengan 2 cara berbeda, yaitu secara tunggal (monokultur) dan secara tumpang sari dengan kacang tanah
Sistem Monokultur
  • Buat larikan-larikan dangkal arah memanjang di sepanjang puncak guludan dengan cangkul sedalam 10 cm, atau buat lubang dengan tugal, jarak antar lubang 25-30 cm.
  • Buat larikan atau lubang tugal sejauh 7-10 cm di kiri dan kanan lubang tanam untuk tempat pupuk.
  • Tanamkan bibit ubi jalar ke dalam lubang atau larikan hingga pangkal batang (stek) terbenam tanah 1/2-2/3 bagian, kemudian padatkan tanah dekat pangkal stek (bibit).
  • Masukkan pupuk dasar berupa urea 1/3 bagian ditambah TSP seluruh bagian ditambah KCl 1/3 bagian dari dosis anjuran ke dalam lubang atau larikan, kemudian ditutup dengan tanah tipis-tipis. Dosis pupuk yang dianjurkan adalah 45-90 kg N/ha (100-200 kg Urea/ha) ditambah 25 kg P2O5/ha (50 kg TSP/ha) ditambah 50 kg K2O/ha (100 kg KCl/ha). Pada saat tanam diberikan pupuk urea 34-67 kg ditambah TSP 50 kg ditambah KCl 34 kg per hektar. Tanaman ubi jalar amat tanggap terhadap pemberian pupuk N (urea) dan K (KCl).
Sistem Tumpang Sari dengan Kacang Tanah
Tujuan sistem tumpang sari antara lain untuk meningkatkan produksi dan pendapatan per satuan luas lahan. Jenis tanaman yang serasi ditumpangsarikan dengan ubi jalar adalah kacang tanah. Tata cara penanaman sistem tumpang sari prinsipnya sama dengan sistem monokultur, hanya di antara barisan tanaman ubi jalar atau di sisi guludan ditanami kacang tanah. Jarak tanam ubi jalar 100 cm x 25-30 cm, dan jarak tanam kacang tanah 30 x 10 cm.

ü    Cara Penanaman
        Pada proses penanaman, bibit yang telah disiapkan dibenamkan kira-kira 2/3 bagian kemudian ditimbun dengan tanah dan disirami air. Bibit ubi sebaiknya ditanam mendatar dan semua pucuk diarahkan ke satu tujuan. Dalam satu alur ditanam satu batang, dan bagian batang yang ada daunnya tersembul diatas bedengan. Pada tiap-tiap bedengan ditanam 2 deretan dengan jarak kira-kira 30 cm, sehingga untuk areal seluas 1 ha dibutuhkan bibit stek kurang lebih 36.000 batang.

ü    Pemeliharaan Tanaman
Penjarangan dan Penyulaman
        Setelah dilakukan penanaman bibit, selama 3 minggu ubi jalar harus diamati pertumbuhannya secara kontinu, terutama untuk bibit yang mati atau tumbuh secara abnormal. Jika terjadi bibit mati maka harus segera dilakukan penyulaman. Caranya yaitu dengan mencabut bibit yang mati kemudian diganti dengan bibit yang baru dengan menanam sepertiga bagian pangkal stek ditimbun tanah.
Penylaman baiknya dilakukanpada pagi hari atau sore hari, pada saat sinar matahari tidak terlalu panas. Bibit stek untuk penyulaman sebelumnya dipersiapkan atau ditanam di tempat yang teduh.

Penyiangan
        Pada sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan penanaman ubi jalar biasanya mudah ditumbuhi rumput liar (gulma). Gulma merupakan pesaing ubi jalar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air, unsure hara, dan sinar matahari. Oleh karena itu gulma harus segera disiangi. Penyiangan dilakukan bersama dengan kegiatan pembubuan yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbun pada guludan tersebut.




Pembubuan
        Penyiangan dan pembubunan tanah biasanya dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam, kemudian diulang saat tanaman berumur 2 bulan. Tata cara penyiangan dan pembumbunan meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
  • Bersihkan rumput liar  (gulma) dengan kored atau cangkul secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman ubi jalar.
  • Gemburkan tanah sekitar guludan dengan cara memotong lereng guludan, kemudian tanahnya diturunkan ke dalam saluran antar guludan.
  • Timbunkan kembali tanah ke guludan semula, kemudian lakukan pengairan hingga tanah cukup basah.

Pemupukan
        Zat hara yang terbawa atau terangkut pada saat panen ubi jalar cukup tinggi, yaitu terdiri dari ± 156 kg urea, ±42 kg TSP, dan 220 kg KCl per hektar pada tingkat hasil 15 ton ubi basah. Pemupukan bertujuan menggantikan unsur hara yang terangkut saat panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman.  Dosis pupuk yang tepat harus berdasarkan hasil analisis tanah atau tanaman di daerah setempat. Dosis pupuk yang dianjurkan secara umum adalah 100-200 kg urea/ha ditambah ±50 kg TSP/ha ditambah ±100 kg KCl/ha.  Pemupukan dapat dilakukan dengan sistem larikan (alur) dan sistem tugal. Pemupukan dengan sistem larikan mula-mula buat larikan (alur) kecil di sepanjang guludan sejauh 7-10 cm dari batang tanaman, sedalam 5-7 cm, kemudian sebarkan pupuk secara merata ke dalam larikan sambil ditimbun dengan tanah.

Pengairan dan Penyiraman
        Meskipun tanaman ubi jalar tahan terhadap kekeringan, fase awal pertumbuhan memerlukan ketersediaan air tanah yang memadai. Seusai tanam, tanah atau guludan tempat pertanaman ubi jalar harus diairi, selama 15-30 menit hingga tanah cukup basah, kemudian airnya dialirkan keseluruh pembuangan. Pengairan berikutnya masih diperlukan secara kontinu hingga tanaman ubi jalar berumur 1-2 bulan. Pada periode pembentukan dan perkembangan ubi, yaitu umur 2-3 minggu sebelum panen, pengairan dikurangi atau dihentikan.  Waktu pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. Di daerah yang sumber airnya memadai, pengairan dapat dilakukan kontinu seminggu sekali. Hal Yang penting diperhatikan dalam kegiatan pengairan adalah menghindari agar tanah tidak terlalu becek (air menggenang).

ü    Panen
Ciri dan Umur Panen
        Tanaman ubi jalar dapat dipanen bila ubi-ubinya sudah tua (matang fisiologis). Ciri fisik ubi jalar matang, antara lain: bila kandungan tepungnya sudah maksimum, ditandai dengan kadar serat yang rendah dan bila direbus (dikukus) rasanya enak serta tidak berair.  Penentuan waktu panen ubi jalar didasarkan atas umur tanaman. Jenis atau varietas ubi jalar berumur pendek (genjah) dipanen pada umur 3-3,5 bulan, sedangkan varietas berumur panjang (dalam) sewaktu berumur 4,5-5 bulan.  Panen ubi jalar yang ideal dimulai pada umur 3 bulan, dengan penundaan paling lambat sampai umur 4 bulan. Panen pada umur lebih dari 4 bulan, selain resiko serangan hama boleng cukup tinggi, juga tidak akan memberikan kenaikan hasil ubi.

Cara Panen
        Pada proses panen ubi jalar, ada beberapa langkah-langkah yang dilakukan, diantaranya:
  • Tentukan pertanaman ubi jalar yang telah siap dipanen.
  • Potong (pangkas) batang ubi jalar dengan menggunakan parang atau sabit, kemudian batang-batangnya disingkirkan ke luar petakan sambil dikumpulkan.
  • Galilah guludan dengan cangkul hingga terkuak ubi-ubinya.
  • Ambil dan kumpulkan ubi jalar di suatu tempat pengumpulan hasil.
  • Bersihkan ubi dari tanah atau kotoran dan akar yang masih menempel.
  • Lakukan seleksi dan sortasi ubi berdasarkan ukuran besar dan kecil ubi secara terpisah dan warna kulit ubi yang seragam. Pisahkan ubi utuh dari ubi yang rusak ataupun terserang oleh hama atau penyakit.
  • Masukkan ke dalam wadah atau karung goni, lalu angkut ke tempat penampungan (pengumpulan) hasil.

























III.        METODE PELAKSANA

3.1. Alat dan bahan
3.1.1. Alat
Ø   Cangkul
Ø   Meteran
Ø   Kored
Ø   Garu
Ø   Parang
Ø   Tali raffia
Ø   Keranjang
Ø   Tugal
Ø   Rotary Weeder
Ø   Timbangan
Ø   Kantong Plastik
Ø   Bakul
Ø   Karung Plastik
Ø   Pisau

3.1.2. Bahan
Ø   Lahan Kering Olah Pertama
Ø  Pupuk Kandang
Ø   Bambu
Ø   Benih ( Kacang, jagung, bawang, kangkung, wortel, bayam dan ubi jalar )
Ø   Curater
Ø   Pupuk Urea, SP36 dan KCl
Ø  Tanaman yang siap panen
3.2. Pelaksanaan

3.2.1. Penyiapan Lahan
Ø  Buat siku-siku sudut lahan dengan panjang masing-masing siku 3m dan 4m
 
             Gambar 8. membuat batas petakan             Gambar 9. pengelolaan lahan kering

Ø  Tarik garis lurus dengan tali hingga terbentuk segitiga yang satu sisi lagi dengan panjang 5m
Ø  Buat siku-siku untuk keempat sudut lahan dan tarik keempat sudut siku-siku dengan tali
Ø  Lakukan pembersihan dari gulma dan sisa tanaman yang ada
Ø  Lakukan pengolahan tanah pada lahan dengan cangkul atau bajak hingga gembur
Ø  Buat plot dengan ukuran 2 x 1m sebanyak 7 petakkan masing-masing grup
Ø  Buat saluran drainase anatara plot yang berfungsi sebagai saluran pemasukan dan pembuangan air
Ø  Berikan pupuk dengan dosis 15 ton/ha atau 3 kg/plot
Ø  Ratakan permukaan tanah

3.2.2. Penanaman secara tugal, sebar dn larikan
v  Penanaman Jagung
ü  Buat lobang tanaman dengan jarak tanam yang digunakan adalah 80 x 40 cm
ü  Tanam benih jagung sebanyak 2 bijji/lobang tanam ( penaaman secara tugal )
ü  Berikan pupuk dengan dosis Urea 60 g/plot, SP-36 33,4 g/plot dan KCl 10 g/plot
ü  Pupuk diberikan saat tanam Urea 1/3 dosis, SP-36 dan KCl seluruhnya
ü  Pupuk diberikan secara larikan dikiri kanan benih

v  Penanaman Wortel
ü  Biji wortel sebanyak 0,7 g/plot direndam dalam air dingin selama 12 -24 jam atau air hangat suam-suam kuku ( Suhu 55 – 600 C ) selama 15 menit kemudian dicampur dengan pasir ( 1:1 ) agar sewaktu penyebaran benih merata
ü  Buat guritan ( alur – alur ) dengan jarak 20 cm untuk tempat menanam benih wortel
ü  Taburkan benih secara merata dalam alur – alur yang tersedia ( penanaman secara larikan, tutup benih wortel dengan tanah tipis setebal 0,5 – 1 cm )
ü  Buat alur pupuk sejauh 5 cm dari benih ditanam untuk meletakan pupuk dasar, pupuk yang digunakan adalan TSP 400kg/ha dan KCl 150 Kg/ha

v  Penanaman Kacang Tanah
ü  Buat alur tanaman denan jarak tanam 40 cm sepanjang bedengan
ü  Anam benih kacang tanah sepanjang alur tanam dengan jarak tanam 20 cm ( jarak 40 cm x 20 cm ). Sebaayak 1 biji / lobang ( penanaman secara larikan ).
ü  Berikan pupuk Urea 10 g/plot, SP-36 33,4 g/plot dan KCl 20 g/plot.
ü  Pupuk diberikan saat tanam seluruhnya dengan cara larikan dirikiri dan kanan benih.
ü  Tutup benih dan pupuk yang diberikan degan selapis tanah.

3.2.3. Penyulaman
ü  Cabut bibit yang mati atau kurang bagus tumbuhnya
ü  Tanam biji atau benih kembali dengan biji yang sama dengan tanaman terdahulu pada lobang tanam bibit yang mati atau tidak bagus tumbuhnya
ü  Berikan perlakuan yang sama dengan biji atau benih terdahulu

3.2.4. Penyiangan I
ü Lakukan penyiangan dengan tangan pada tanaman yang ditnam dengan cara disebar
ü  Lakukan penyiangan dengan kored pada tanaman yang ditanam dengan tugal
ü  Lakukan penyiangan dengan cangkul dan rotary weeder pada tanaman yang ditanam secara larikan
ü  Hitung waktu yang digunakan untuk masing-masing cara penyiangan tersebut

3.2.5. Penyiangan II
ü  Lakukan penyiangan dengan tangan pada tanaman yang ditnam dengan cara disebar
ü  Lakukan penyiangan dengan kored pada tanaman yang ditanam dengan tugal
ü  Lakukan penyiangan dengan cangkul dan rotary weeder pada tanaman yang ditanam secara larikan
ü  Hitung waktu yang digunakan untuk masing-masing cara penyiangan tersebut untuk penyiangan kedua ini
ü  Lakukan pengamatan pertumbuhan vegetative pada tanaman budidaya

3.2.6. Panen dan Pasca Panen
v  Tanaman Jagung
ü   Lakukan panen pada tanaman jagung dengan criteria : a) cukup umur, b) kelobot telah mongering dan c) biji ditekan membekas
ü   Panen dilakukan dengan mematahkan kelobot menggunakan tangan
ü   Kelobot langsung dikupas dan dijemur dipanas matahari, keringkan sampai kadar air 18 %
ü   Dipipil dan keringkan sampai kadar air 12 %
ü   Pengamatan yang harus dilakukan adalah seperti pada tabel dibawah ini dan lakukan perhitungan produksi/ha dengan rumus

        Produksi/ha = 10.000 x jlh tongkol/tan x jlh biji/tongkol x berat 100 biji
                          Jarak Tanam                                                   100

v  Tanaman Wortel
ü  Lakukan panen pada tanaman wortel dengan kriteria : a) umur 100 – 120 hari setelah tanam, b) ukuran imbu maksimal dan tidak terlalu tua
ü  Cara panen dengan mencabut tanaman bersama umbinya
ü  Bersihkan umbi wortel dari daun, tangkai, akar maupun tanah yang masih menempel. Tangkai daun di sisakan sekitar 15-20 cm
ü  Lakukan pencucian umbi wortel pada air yang mengalir atau dalam bak dengan cara menyemprot air, langsung dilakukan penirisan ditempat yang kering
ü  Pilih umbi yang baik dengan memisahkan yang rusak, cacat dan busuk
ü  Timbang berat umbi yang dihasilkan hitung dalam luaan 1 ha
ü  Tabel pengamatan wortel

v  Tanaman Kacang Tanah
ü   Lakukan panen pada tanaman kacang tanah dengan kriteria : a) daun telah berubah warna menjadi kering dan sudah ada yang gugur, b) 75 % polong telah mengeras, warna bagian dalam polong coklat kehitam-hitaman
ü   Panen dilakukan dengan mencabut tanaman beserta polong dari dalam tanah
ü   Polong dipetik dari tangkainya dan dijemur hingga kering sampai bila digoncang polongya bordering
ü   Lakukan pembijian dan jemur lagi sampai kadar air 100 %, biji yang rusak, berkeriput, terkelupas kulit airnya dan pecah harus dipisahkan
ü   Pengamatan yang dilakukan seperti tabel dibawah ini dan hitung berat biji / ha dengan rumus :

          Produksi/ha = 10.000 x jlh tongkol/tan x jlh biji/tongkol x berat 100 biji
                          Jarak Tanam                                                   100


v  Tanaman Bayam dan Kangkung
ü   Lakukan panen pada tanaman bayam dan Kangkung dengan kriteria : a) umur tanaman 25-36 hari, b) tinggi tanaman 15-20 cm, c) belum berbungan
ü   Waktu panen adalah pagi atau sore hari pada saat suhu udara tidak terlalu tinggi
    
Gambar 10. Saat panen Bayam                        Gambar 11. Hasil Produksi Kangkung

ü   Panen berikutnya 3-5 hari sekali sampai umur 35 hari, lewat waktu ini kualitas tanaman menurun karena daun menjadi kasar dan tanaman berbunga
ü   Cara panen dengan mencabut tanaman, dan memilih tanaman yang sudah optimal ukurannya
ü   Lakukan penanganan pasca panen dengan mencuci tanaman dengan air brsih, langsung ditiriskan dan pisahkan ( sortasi tanaman yang rusak dan busuk )

Gambar 12. Pembersihan Hasil Panen Kangkung

ü   Lakukan pengukatan hasil panen dalam bentuk ikatan besar atau kecil
ü   Lakukan pengamatan dengan cara beberapa ikatan pada panen I dan seterusnya












IV.         HASIL DAN PEMBAHASAN


1.  JAGUNG

Lakukan panen jagung dengan criteria :
§  Cukup umur.
§  Kelobot telah kering.
§  Biji ditekan tidak membekas.
w  Panen dilakukan dengan mematahkan kelobot menggunakan tangan.
w Kelobot langsung dikupas dan dijemur dipanas matahari.  Keringkan sampai kadar air 18%.
w Dipipil dan dikeringkan sampai kadar air 12%.

1.1.             Hasil

Tabel 1 . Hasil produksi jagung
Pengamatan/parameter
Sampel 1
Sampel 2
Sampel 3
Rata-Rata


Panjang tanaman
151 cm
150  cm
172 cm
157,6 cm

Jumlah tongkol/tanaman
2
2
2
2 tongkol

Jumlah baris/tongkol
12 baris
14 baris
12 baris
12,67 baris

Jumlah biji/ baris
38 biji
40 biji
42 biji
40 biji

Berat 100 biji/100
0,3 ons
0,5 ons
0,8 ons
0,53  ons

Produksi
17,9  ton/ha
29 ton/ha
33,9 ton/ha
27    ton/ha



1.2  Pembahasan 
¥  Jagung
Dari data di atas, dapat di simpulkan bahwa cara mencari produksi jagung/ha adalah :
Produksi/ha = x jumlah tongkol / tanaman x jumlah baris tanaman x jumlah biji jagung x berat 100 biji/100

·         Sampel 1
Produksi/ha = x jumlah tongkol / tanaman x jumlah baris tanaman x jumlah biji jagung x berat 100 biji/100
= 53333.33 x 2 buah x 588 baris x 0,3 gr
=17,9 ton/ha.

·         Sampel 2
Produksi/ha = x jumlah tongkol / tanaman x jumlah baris tanaman x jumlah biji jagung x berat 100 biji/100
= 53333.33 x 2 buah x 542 baris x 0,5 gr
=29 ton/ha.
·         Sampel 3
Produksi/ha = x jumlah tongkol / tanaman x jumlah baris tanaman x jumlah biji jagung x berat 100 biji/100
= 53333.33 x 2 buah x 397 baris x 0,8 gr
=33,9 ton/ha.

2.            KACANG TANAH
2.1.      Hasil

Tabel 2. pengamatan produksi kacang tanah
Pengamatan/parameter
Sampel 1
Sampel 2
Sampel 3
Rata-Rata


Panjang Tanaman
39 cm
40 cm
33 cm
37,3 cm

Jml Polong/tanaman
15 polong
12 polong
10 polong
 21 polong

Jml biji/polong
2 biji
2 biji
2 biji
2 biji

Berat 100 biji/100
0,4 gr
0,4 gr
0,4 gr
0,4 gr

Produksi/ha
1,5 ton/ha
1,2 ton/ha
1 ton/ha
1,23 ton/ha




2.2.      Pembahasan
¥  Produksi/ha = x jumlah polong / tanaman x jumlah biji/polong x berat 100 biji/100

3.   KANGKUNG

Hasil yang didapatkan dari tanaman kangkung 1,75 kg dalam waktu 2.5 bulan, tetapi hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan kriteria pemanenan. Seharusnya dilakukan pemanenan sebelum  5-7 minggu setelah tanam. Pada awal penanaman dibutuhkan perlakuan atau perawatan yaitu, penyiraman secara rutin karena kangkung membutuhkan banyak air. Sebelum penanaman diberi pupuk Urea,Sp-36 dan KCl. Pemupukan dilakukan secara larikan.

4.  BAWANG MERAH

Penanaman bawang merah dimulai dari pemotongan sepertiga dari bagian atas, setelah itu di rendam dalam larutan ZPT sekitar 10-15 menit. Pengolahan tanah dilakukan dengan pembuatan guludan dengan panjang dan lebar 2 x 2 m. Penanaman dilakukan dengan cara larikan, sebelum penanaman dilakukan pemupukan. Pupuk yang diberikan Urea, Sp-36 dan KCl. Bawang dapat di panen 2-2.5 bulan. Dari hasil panen didapatkan sebanyak 6 ons, hasil panen yang didapatkan tidak sesuai dengan kriteria yang seharusnya. Penyebab kerusakan atau kegagalan dikarenakan cuaca yang tidak baik, penyakit dan hama ,serta kurangnya perawatan.

5.  WORTEL

Penanaman wortel dimulai dari pengolahan tanah atau pembuatan guludan, penanaman dilakukan dengan cara  larikan. Pemupukan juga dilakukan denagn cara larikan ,pupuk yang digunakan Urea,Sp-36 dan KCl. Pemanenan dilakukan setelah 3 bulan. Dari hasil yang didapat sebanyak 1 kg. Untuk hasil yang didapatkan maksimal penanaman dilakukan penjarangan agar umbi dapat tumbuh dengan baik.

6.  UBI JALAR

Penanaman ubi jalar dengan cara vegetatif  atau stek pucuk. Sebelum penanaman dilakukan pengolahan tanah atau pembuatan guludan. Setelah itu dilakukan pemupukan dengan cara melingkar dan pupuk yang digunakan Urea, Sp-36,KCl. Perlakuan yang dilakukan terhadap ubi jalar yaitu pembumbunan, seperti pembalikan daun ke atas guludan. Dari hasil yang didapat hanya 4 ons. Hasil yang didapat jauh dari yang diharapkan, hal tersebut terjadi karena pemanenan dilakukan belum pada waktunya, yang menyebabkan hsil jauh dari yang diperkirakan.

7.   Bayam

Penanaman bayam dilakukan dengan menanam biji secara sebar dengan dibuat alur-alur pada plot tersebut. Dan dikakukan penyiangan dengan mencabut gulma yang tumbuh di sekitar tanaman tersebut. Dari hasil yang didapat hanya 1 kg. hasil tersebut sangat jauh dari yang diharapkan. Selain itu ada juga bayam yang telah terlambat atau telah berbunga jadi tidak bisa lagi dipanen.


































V          . KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.     Kesimpulan

Dari hasil dan pembahasan di atas dapat diambil kesmpulan bahwa :

v  Tanaman jagung tumbuh dengan baik dan memperoleh hasil yang memuaskan.
v  Tanaman kangkung yang ditanaman secara larikan juga memperoleh hasil yang memuaskan.
v  Tanaman wortel yang ditanam secara larikan memperoleh hasil yang tidak memuaskan dikarenakan tanaman wortel tidak tumbuh secara baik, dan hasil panen nya pun tidak baik.
v  Tanaman kedelai yang ditanam secara tugal memperoleh hasil yang kurang baik atau tidak memuaskan.
v  Tanaman bayam yang ditanam secara menyebar  memperoleh hasil yang tidak memuaskan, dimana hasil panen yang sedikit.


4.2.     Saran

Pada setiap kegiatan yang dilakukan hendak nya memperhatikan syarat – syarat tumbuh dengan baik, apabila tidak diperhatikan dengan baik tentu tidak akan memperoleh hasil yang maksimal. Pada tanaman wortel, bayam dan kedelai sangat mudah terserng oleh hama dan penyakit, sehingga harus dilakukan perawatan yang maksimal dengan cara penyiangan, oengendalian hama dan penyakit dan memerhatikan keetersediaan air.
Dengan begitu mudah – mudahan memperoleh hasil yang maksimal dan memuaskan.














VI.  DAFTAR PUSTAKA


Elita, N,. dkk. 2008. Buku kerja praktek mahasiswa. Dasar-Dasar Agronomi.   Politeknik Pertanian Universitas Andalas. Payakumbuh.
Erlida, Rita dan Syafrison. 2002. Teknologi Benih dan Perbanyakan Tanaman.  Politeknik Pertanian Universitas Andalas.  Payakumbuh.
Kuswanto,  H,. 1996.   Dasar-dasar Teknologi,  Produksi dan Sertifikasi Benih.   Andi.  Yogyakarta
Kuswanto, H,.  Teknologi Pemrosesan Pengemasan dan Penyimpanan Benih.    Kanisius.  Yogyakarta
Kamil, J. 1992. Teknologi Benih. Penebar Swadaya, Jakarta. 58 hal
Qamaramugnisjah,  W,. Asep, S,.  MS,.   1995.   Produksi benih.   Bumi Aksara.   Jakarta
Rukmana, Ir. Rahmat. 1994. Hormon Tumbuh. Kanisius, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar